Kesempatan Kedua Indra Sjafri di U-19

17 Oktober 2018 - 17:13:21 | 10746 | OLAHRAGA

DL/17102018/Jakarta 

---- Indra Sjafri pernah gagal membawa timnas Indonesia U-19 ke Piala Dunia. Kali ini, ia berharap bisa mewujudkan mimpi lolos ke pesta sepakbola dunia.

Indra gagal total pada kesempatan pertama di Piala Asia U-19. Saat berlaga di Myanmar tahun 2014, Indonesia bahkan finis sebagai juru kunci karena menelan tiga kekalahan.

Indonesia pada saat itu juga cuma mencetak dua gol dan kebobolan delapan kali. Dua gol tersebut dicetak oleh Paulo Sitanggang dan Dimas Drajat.
Padahal sebelum Piala Asia U-19, Indonesia meraih prestasi yang cukup mentereng dengan menjuarai Piala AFF 2013.

Usai itu, skuat Garuda Muda itu juga menjadi juara Grup G di babak kualifikasi dengan meraih semua kemenangan dari tiga laga. Salah satu kemenangan itu didapat atas Korea Selatan.

Indra berharap hasil buruk di 2014 tak terulang lagi demi memenuhi taget finis di empat besar. Yang artinya para semifinalis akan mengunci tiket ke Piala Dunia U-20 di Polandia pada 2019.

"Kami dikasih target karena tuan rumah harus lolos ke semifinal. Selama bertahun-tahun kami belum merasakan sepakbola kami berkiprah di level tertinggi. Selanjutnya, bermain di rumah sendiri kami harus termotivasi," kata Indra dalam konferensi pers jelang matchday pertama melawan Taiwan di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu 17 Oktober 2018.

"Tahun 2014 kami keluar dengan euforia Piala AFF. Itu yang bikin persiapan tidak maksimal. Tapi, kelebihan saat ini pemain main di kompetisi. Biasanya, kesempatan kedua itu diamini oleh Allah," sambungnya seperti dirilis detik.com.

Di Piala Asia U-19, Indonesia masuk ke Grup A. Mereka akan bersaing dengan Taiwan, Qatar, dan Uni Emirates Arab untuk mendapatkan tiket perempatfinal. (*)