Asian Para Games: Emas Pertama Indonesia Dari Badminton

07 Oktober 2018 - 21:44:58 | 2484 | OLAHRAGA

DL/07102018/Jakarta

----- Sekilas tidak ada yang berbeda dengan perawakan Dheva Anrimusthi. Namun, jika diperhatikan lebih jauh Dheva memiliki keterbatasan pada tangannya, sehingga membuatnya bisa tampil di Asian Para Games 2018.

Dheva Anrimusthi turun bersama kontingen Indonesia pada nomor bulutangkis beregu putra. Pemuda asal Kuningan, Jawa Barat, itu kemudian mendapatkan kepercayaan turun sebagai wakil ketiga Indonesia pada final Asian Para Games 2018 kontra Malaysia yang berlangsung Minggu 7 Oktober 2018.

Beban Dheva cukup berat, posisi sama kuat dan lawan yang dihadapi adalah Malayaia. Tim Merah Putih unggul lebih dulu setelah Fredy Setiawan meraih kemenangan 2-0 atas wakil Malaysia, Muhammad Norhilmie Mohd Zainudin, dengan skor 21-6, 21-12.

Namun, wakil kedua Indonesia yakni dari nomor ganda putra, Hafizh Briliansyah/Hary Susanto, terpaksa mengakui keunggulan sang lawan Cheah Liek Hou/Hairul Fozi Saaba dengan skor 10-21, 17-21. Dheva pun wajib menang untuk merengkuh medali emas.

Dheva akhirnya berhasil mengalahkan Mohammad Faris Ahmad Azri dengan skor 21-6, 21-12. Emas pertama untuk kontingen Indonesia di Asian Para Games 2018 dalam genggaman.

Rasa bangga terpancar di wajah Dheva selesai memastikan menyumbang kemenangan. Seluruh pemain Indonesia berlari ke dalam lapangan dan mengerubungi Dheva.

"Meskipun tadi agak tegang sedikit, namun saya mencoba untuk rileks saja. Alhamdulillah, bisa meraih kemenangan dan bisa memberikan kebanggaan untuk seluruh masyarakat Indonesia," kata Dheva kepada wartawan seusai pertandingan.

Dheva sebenarnya terlahir tanpa keterbatasan. Dheva sempat menimba ilmu di Candra Wijaya Badminton Club. Namun, Pada 2013, Dheva harus mengalami musibah kecelakaan motor.

Hal itulah yang membuat tangan kanannya tidak bisa lagi berfungsi dengan normal. Kecelakaan itu juga membuat Dheva untuk berhenti dari dunia bulutangkis.

"Setelah mengalami kecelakaan motor, saya berhenti dari bulutangkis. Sampai selama tiga tahun lebih," kenang Dheva, seperti dirilis bola.com. (dbs)