Ridho: APPSI Harus Punya Konsep Yang Lebih Tajam

03 Oktober 2018 - 23:42:36 | 24111 | HUMANIORA

BANDARLAMPUNG

---- Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menerima kedatangan tim Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) terkait Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur, di ruang rapat utama kantor Gubernur Lampung, Senin 1 Oktober 2018 siang.

Kedatangan dari APPSI ini adalah untuk menilai inovasi unggulan dan potensi daerah di Provinsi Lampung. Hasil penilaian dari tima APPSI kemudian akan akan menjadi acuan untuk pemberian penghargaan pada kegiatan APPSI Award 2018.

Pada audiensi tersebut, Gubernur Lampung Ridho Ficardo didampingi oleh seluruh OPD menyampaikan beberapa inovasi unggulan, terobosan, serta prestasi yang selama ini telah diperoleh oleh Pemerintah Provinsi Lampung

Selain memaparkan keunggulan geografis ekonomi dan potensi sumber daya alam Provinsi Lampung, Gubernur Ridho juga memaparkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini Provinsii Lampung menjadi provinsi terbaik dalam bidang infrastruktur, sektor Pariwisata, dan penanganan konflik sosial.

Ridho juga menyampaikan kepada tim APPSI bahwa ada suatu mata rantai yang hilang dalam sistem pemerintahan Negara Indonedia yang harus menjadi perhatian dari APPSI.

"Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang disatukan oleh lautan menjadi satu kesatuan. Namun yang menjadi perhatian saya adalah bahwa hari ini nilai perdaerah ketika dijumlahkan justru malah lebih kecil jumlah total keseluruhan," papar Ridho.

"Setiap daerah bicara mengenai keunggulan tiap daerahnya masing-masing, tapi belum menjadi suatu mata rantai yang utuh. Oleh karena itu saya berharap APPSI memiliki suatu konsepsi yang menyatukan semua petensi daerah tersebut," lanjutnya.

Negara Indonesia adalah negara kepulauan yg disatukan oleh lautan.

Sementara itu, Ketua Tim APPSI Ekspedisi Jalur Darat ke-34, Ki Agus Firdaus menyatakan bahwa program ekspdisi jalur darat ini memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni mengetahui keunggulan setiap daerah, kemudian akan ditabulasi untuk memperkuat sinergi antar daerah.

"Jadi tuajuan ekpedisi jalur darat ini diantaranya adalah untuk mengetahui keunggulan yang dimiliki setiap provinsi yang kami singgahi. Kemudian hasilnya akan kami tabulasi sehingga dapat diketahui sinergi antar daerah. Misalnya di Palembang produk unggulannya adalah pempek tapi ternyata sumber ikannya sedikit, kemudian kita ketahui misalnya ternyata di Lampung sumber ikannya sangat besar, jadi bisa saling bersinergi," papar Ki Agus Firdaus.

Menurut Ki Agus Firdaus Kegiatan ekspedisi jalur darat ini diikuti 34 Gubernur di Indonesia. Tahun ini bertajuk perjalanan 133 Hari & 21.000 Kilometer Jelajah Nusantara. Acara dimulai dengan pelepasan yang digelar di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, 7 September 2018.

Kemudian Ekspedisi akan melintasi 34 provinsi di Indonesia, 514 kabupaten atau kota dan 74.093 desa yang meliputi wilayah dari Pulau Sumatera hingga Papua.

Perjalanan ini rencananya akan berakhir di Kota Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 19 Januari 2019 dan akan ditutup dengan program APPSI Award. (MrF)