Edi Sunarso: Sebaiknya Futsal Diusulkan Masuk O2SN

20 September 2018 - 20:25:28 | 30375 | OLAHRAGA

DL/20092018/Bandarlampung

---- Cabang olahraga futsal yang belakangan mulai masuk ke sekolah dan digemari kalangan anak-anak sekolah dasar hingga perguruan tinggi, merupakan salah satu cabang yang sebenarnya layak untuk ikut dipertandingkan di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Ini diungkapkan Edi Sunarso dari Dinas Pemuda dan Olahraga provinsi Lampung pada Sarasehan Futsal Lampung di ruang rapat KONI Lampung, Senin 17 September 2018.

Selama ini, cabang Futsal memang belum dimasukkan ke dalam salah satu cabang yang dipertandingkan di O2SN.  “Saya rasa ini penting. Kalau bisa diusulkan ke Kemenpora bahwa Futsal juga layak dijadikan satu cabor baru di O2SN dengan alasan bahwa Futsal sudah sangat popular di kalangan pelajar. Dan punya jenjang yang cukup tinggi, yakni di Olimpiade dan kejuaraan dunia,” kata Edi.

Dengan memasukkan Futsal ke O2SN berarti akan membantu pembinaan usia muda lebih intensif. “Kalau ada cantelan kejuaraan yang rutin, pasti akan merangsang pembinaan usia dini semakin marak, dan setiap sekolah terangsang pula untuk memiliki klub futsal. Karena cabor ini makin digemari,” tambahnya.

Dengan masuk ke O2SN, maka jenjangnya juga bisa ke Popwil dan Popnas. “Ini harus diusulkan oleh Federasi ke Menpora untuk dipertimbangkan. Jika seluruh provinsi sudah bisa melakukan pembinaan Futsal terutama di tingkat usia dini dan pelajar, maka kemungkinan besar akan bisa diterima Menpora,” ujarnya.

Memang selain untuk memotivasi berlatih, kejuaraan yang rutin memberikan kesempatan para pemain untuk meninggikan jam terbang.

Edi juga menyarankan agar Futsal memiliki kompetisi usia muda dengan kelompok umur tertentu. “Kompetisi itu penting bagi atlet, karena selalu menuju ke peningkatan prestasi. Tanpa kompetisi bisa saja atlet berkembang, tetapi lebih cepat jika ditopang dengan kompetisi yang apik,” katanya.

Menurutnya, pembinaan usia dini menjadi dasar pembinaan untuk usia selanjutnya. Karena selama ini masih banyak klub yang tidak membina pemain usia dini dan usia muda, tetapi mengambil pemain instan saja.

Menanggapi hal ini, Plt Ketua AFP Lampung, Edi Purwanto, mengeaskan bahwa akan membahasnya lebih serius dan akan mencoba bicara tentang hal ini ke Federasi Futsal Indonesia (FFI) terkait mekanisme usulan ke Kemenpora.

“Kami tertarik usulan ini. Akan jauh lebih bagus jika Futsal bisa masuk O2SN, Popwil dan Popnas.” Katanya. (ver)