Testimoni Sumarju di Rakor Bansos Nasional di Bogor

13 September 2018 - 14:16:46 | 57645 | NASIONAL

DL/13092018/Bogor

---- Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni menghadiri Rakor Bansos Pangan Rastra/BPNT 12-15 September 2018 di Bogor, Jawa Barat.

Kehadiran Sumarju dimanfaatkan oleh penyelenggara yakni Direktur Penanganan Fakir Miskin Perdesaan, Naziarto untuk menyampaikan Testimoni pelaksanaan Rastra dan BPNT di Provinsi Lampung.

Dikatakan oleh Sumarju bahwa penerima bantuan Beras Sejahtera (Rastra) sebanyak  547.427 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 13 Kabupaten.

Sedangkan penerima Bansos Pangan Non Tunai (BPNT) baru dua Kota yakni Bandar Lampung dan Kota Metro. Demikian disampaikan Sumarju pada saat menyampaikan Testimoni pada di Hotel Bogor Icon Hotel, Senin 13 September 2018.

BPNT Kota Bandar Lampung dengan KPM sebanyak 49.711 dilaksanakan tahun 2017 bersamaan dengan 44 Kota di Indonesia. Jumlah e-warong sebanyak 71 kelompok.

Berbagai kendala telah dihadapinya seperti saldo nol, dobel kartu, kartu dan buku tabungan terbit namun tidak termasud dalam Basis Data Terpadu (BDT). Disamping itu terdapat juga persaingan e-warong dengan BRI Link.

Pada setiap bulannya pada KPM berdasarkan kesepakatan pengurus e-warong sementara ini mendapatkan beras dan telor.

“Namun yang menarik di Kota Bandar Lampung, suami-istri penyandang desabilitas yang bernama Wawan dan Susi secara sukarela membantu menghantarkan bantuan yang dicairkan pada e-warong kealamat KPM khususnya para Lansia, ibu hamil dan desabilitas.” Katanya.

Tugas delevery dengan menggunakan kendaraan motor yang dimodifikasi menjadi roda 3, telah dilakoni suami-istri sejak tiga bulan yang lalu.

Wawan dan Susi hanya mampu melayani tiga e-warong yakni di Perum Korpri, Kedamaian dan Gunung Sulah, Bandar Lampung. Tiga lokasi tersebut rata rata terlayani sebanyak 75 sd 100 KPM pada setiap bulannya.

Masih menurut Sumarju, pelaksanaan BPNT di Kota Metro dilaksanakan pada awal tahun 2018. Jumlah KPM sebanyak 6.087 dan terlayani melalui e-warong sebanyak 19 kelompok.

Berbeda dengan Bandar Lampung, e-warong di kota Metro juga melayani pembelian tunai dari masyarakat.

Demi tertibnya administrasi yang akuntabel dan transparans e-warong sebanyak 9 e-warong dilengkapi  dengan aplikasi e-kasir dan e-barcode.

Sebagai salah satu upaya perceparan pendapatan KPM, maka e-warong buka sampai dengan jam 17.00 wib dengan 2 shift. Shift pertama antara jam 8.00 sampai jam 11.00 dan shift kedua jam 12.00 sampai 17.00 wib, masing masing shift dilayani oleh 2 orang pengurus sehingga dalam sehari 4 orang yang bertugas.

Pelayanan bansos BPNT  masing masing KPM mendapatkan beras sebanyak 10 Kg dan telor ayam 1/2 kg. Sama dengan Kota Bandar Lampung penentuan tersebut berdasarkan kesepakatan pengurus e-warong.

Kedua kota tersebut pengadaan beras dan telornya dipercayakan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Sedangkan barang barang lainnya disaping modal bantuan senilai 20jt dari Kemensos RI juga dari barang-barang titip-jual (konsinyasi) dari pengusaha.

Dengan demikian KPM pengurus e-warong mendapatkan tambahan penghasilan pada setiap bulannya.

Selain Kadinsos Provinsi Lampung yang menyampaikan testimoni juga Kadinsos Provinsi Bengkulu, Iskandar dan Juga Kadinsos Provinsi Kepulauan Riau, H. Doli Boniara.

Rakor yang dibuka secara resmi oleh Direktur Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI, Naziarto merupakan Rakor pelaksanaan Bansos Rastra dan BPNT Wilayah I dengan peserta debanyak 207 orang yang terdiri dari Provinsi Jawa Barat dan seluruh Provinsi di Sumatera. (Ppid-dinsos)