Dr Arief: Oknum Dokter RSBW Terancam Akan Diberi Sanksi

13 September 2018 - 04:16:21 | 62262 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/13092018/Bandarlampung

---- Diduga melakukan pengusiran terhadap korban kecelakaan yang bernama Nur Fajri Vanza Javier (14), pelajar yang membutuhkan tindakan operasi.

Kini oknum dokter RS Bumi Waras yang berinisial BS, akan diberikan sanksi oleh Komite Medik jika benar-benar terbukti melanggar peraturan. Hal tersebut diungkapkan Direktur Pelayanan RSBW Arif Yulizar, saat menggelar konferensi pers dengan awak media, Rabu 12 September 2018.

Arif mengatakan atas kejadian yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah pihaknya meminta maaf. "Memang benar ada kata-kata oknum dokter tersebut meminta keluarga korban untuk membayar biaya rumah sakit terlebih dahulu atau DP minimal sebesar 50%. Nah dengan pernyataan tersebut memang sebenarnya salah," kata dia saat ditemui di ruang kerjanya.

Atas tindakan oknum dokter tersebut pihaknya baru memintai keterangan secara lisan dan secepatnya akan meminta keterangan dalam sidang kode etik.

"Sejauh ini kami belum bisa menjelaskan sanksi apa yang akan diberikan kepada yang bersangkutan. Karena semua sanksi menunggu hasil putusan dari sidang kode etik nantinya," kata Arif.

Ia menambahkan di hadapan sejumlah awak media bahwa sudah melakukan peneguran terhadap oknum dokter RSBW berinisial BS yang sebelumnya meminta uang muka kepada keluarga pasien lakalantas tersebut. "Iya, kami juga akan menegur. Ini sudah melanggar kode etik kedokteran, jadi kami minta maaf atas kejadian kemarin," kata dia.

Menurutnya, prilaku dari oknum dokter tersebut salah dia mengakuinya ini sudah melanggar kode etik kedokteran. Bisa dikenakan  sanksi yang paling berat akan dikenakan pencabutan izin praktek dokternya

"Dalam kode etik itu ada sanksi ringan dan sanksi berat. Kalau sanksi beratnya sampai dengan pencabutan izin praktek di rumah sakit," lanjut pria ini.

Ia menambahkan, dalam waktu dua minggu kedepan. Komite Medik akan menggelar rapat koordinasi terkait oknum dokter tersebut.

Dari rapat tersebut akan diputuskan sanksi untuk dokter yang bersangkutan. "Pemutusan sanksi itu hasil dari rapat seluruh pengurus Komite Medik," tegasnya.

Diketahui, dokter tersebut merupakan Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut berinisial BS yang sebelumnya meminta keluarga korban untuk membayarkan uang muka sebesar 50 persen untuk operasi. (ver)