Bandar Narkoba Melawan, Polisi Dor Dua Kakinya

13 September 2018 - 01:39:30 | 27540 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/13092018/Mesuji

---- Jajaran Polres Mesuji Provinsi Lampung menembak satu tersangka Bandar narkoba jenis sabu-sabu karena berusaha melawan dengan menembak petugas dan melarikan diri di kawasan Kabupaten Mesuji Lampung perbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan.

Ini adalah timndak lanjut dari adanya laporan masyarakat penggunaan narkoba jenis Shabu yang meresahkan masyarakat Mesuji. Satuan Narkoba Polres Mesuji Lampung melakukan penyisiran di wilayah hukumnya guna mengamankan para pelaku pemakai serta pengedar narkotika.

Tak berselang lama, Polisi berhasil mengamankan paket Shabu 4,6 gram dari tersangka Sepri Bin Mat Ali (48) warga Desa Sungai Ceper Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan.

Kapolres Mesuji AKBP. Edi Purnomo S.Ik didampingi Kasat Narkoba, AKP Gigih A. Putranto SH.D.Ik mengatakan pada Kamis 6 September 2018 pukul 15.00 wib anggota satuan Reserse narkoba Polres Mesuji telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki bernama Sepri Bin Mat, (48) yang berada di desa Sungai Badak kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji.

Saat akan dilakukan penangkapan dan penggeledahan justru tersangka melakukan perlawanan dengan cara menodongkan senjata api rakitan yang dibawa oleh pelaku dan diarahkan kepada petugas.

Kemudian anggota Sat Res narkoba melakukan  tindakan tegas terukur dengan cara menembak kedua kaki tersangka hingga tersangka menyerah.

Setelah itu jajaran Polres Mesuji kembali melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik sedang yang berisi paket berwarna putih seberat 4,6 gram yang diduga narkoba jenis Shabu yang dibawa oleh pelaku. Selain itu polisi juga mengamankan sepucuk Senpi Rakitan degan 6 butir peluru serta 1 buah telepon genggam.

“Saat ini tersangka telah kami amankan di Makopolres Mesuji guna mempertanggung jawabkan atas tidakan kriminal yang dilakukannya. Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1 UU 35 tahun 2009 subsider pasal 114 ayat 1,  dengan ancaman 5 hingga 20 tahun,” Jelas AKP. Gigih. (Sup)