Nunik: Kami Turut Berduka Untuk Lombok

08 September 2018 - 06:46:51 | 21492 | HUMANIORA

DL/08092018/Lombok

--- Rombongan kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang dipimpin Bupati Chusnunia tiba di Lombok, Nusa Tenggara Baat (NTB), Jumat 7 September 2018. 

Chusnunia memimpin penyerahan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Lampung Timur untuk korban gempa bumi yang terjai di Lombok beberapa waktu silam. 

Rombongan kemanusiaan ini antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Timur, Yuliansyah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Timur, Hasbie Aska, ‎Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung Timur yang juga Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lampung Timur, dr. Nila Sandrawati, dan Komunitas PSM (Paguyuban Seniman Musik) Lampung Timur.

Turut dalam rombongan, 69 relawan yang terdiri dari dr. Jihan Chalim (Dokter), Dr. Teguh Satya Bhakti (Konsultan Wakaf), Martha Satria Putra (Pecinta Alam), Ery Ayudinsah (Advotkat), Huda Lukoni (Guru Ngaji), Oki Hajiansyah Wahab (Dosen), dan Septia Putri Riko (Traveler) serta relawan komunitas d-cab cabang Lombok.

Nunik, panggilan akrab Bupati Lampung Timur, Chusnunia beserta rombongan diterima Wakil Gebenur NTB yang diwakili Hafids, adik Wakil Gebenur NTB (Ikut Dalam Tim Relawan) di Pendopo Wakil Gubernur NTB, Jalan Panjitilar Negara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Setelah prosesi penerimaan, Nunik bersama tim menuju Dusun Beburung Desa Madayin Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur, yang berjarak sekitar dua jam perjalanan kendaraan bermotor dari Kota Mataram.

Nunik mengatakan, tujuan datang ke Lombok bersama rombongan untuk saling berbagi serta saling menguatkan.

"Kami turut berduka atas gempa yang menimbulkan banyak korban. Karena itu, kami hadir untuk bersama-sama merasakan apa yang dirasakan warga korban gempa. Sama-sama berdoa agar seluruh korban dikuatkan dan segera bangkit kembali," ujarnya.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan selama di lokasi, melakukan pemenuhan air bersih, pembagunan sekolah darurat, program pembuatan MCK darurat (mandi, cuci, kakus), program gotong-royong membersihankan sisa reruntuhan dengan warga.

Selain itu, melakukan trauma healing atau tindakan yang dilakukan untuk mengurangi dan menghilangkan trauma yang ada dimasyarakat, serta menghibur masyarakat dengan alat musik. (rel)