Terdakwa Kasus Bom Transmart Terancam 10 Tahun Penjara

05 September 2018 - 22:55:30 | 10773 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/05092018/Bandarlampung

----- Kreativitas seorang pemuda yang salah dalam mengaplikasikan tindakannya, telah membawanya berhadapan dengan hukum yang serius, bahkan terancam hukuman 10 tahun penjara.

Ini yang terjadi pada terdakwa Bintang Andromeda. Lantaran telah membuat panik warga Bandarlampung dengan meletakkan bungkusan yang diduga teror bom di toilet Mall Transmart Lampung, warga Jalan Kupt Dikdisbudpar, RT 02/RW 01, Desa Banyu Urip, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu ini menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Priambodo, menjerat terdakwa dengan Pasal 6 pp pengganti UU Darurat No I/2002 tentang pembaeratasan tindak pidana terorisme jo UU Darurat No 15/2003 tentang penetapan PP pengganti No.1/2002 tentang Pemberantasan Terorisme, subsider Pasal 10 atau kedua Pasal 1 ayat 1 uu no 12 UU Daruat 1951 dengan ancaman pidana selama 10 tahun.

Agus Priambodo menjelaskan, bahwa sebelumnya terdakwa telah terinsiprasi dari video yang Ia tonton. Terdakwa merakit bom tersebut dengan menggunakan lima buah paku, sepotong kabel, satu buah botol minuman dan tiga petasan yang kemudian menjadi bom rakitan. “Pada hari Minggu, 15 Mei 2018, terdakwa telah terinspirasi setelah menonton video trending topic di youtube yang berkaitan dengan tata cara pembuatan bom," kata JPU.

Sidang yang diketuai oleh Mansyur didampingi dua hakim anggota Sahri Adami dan Pastra Joseph tersebut dikawal ketat oleh anggota Kepolisian Polda Lampung.

Jaksa mengatakan jika terdakwa memotong satu buah botol menjadi dua bagian kemudian memasukkan tiga petasan yang sudah disatukan dengan menggunakan lakban dan lima buah paku.

Selanjutnya, terdakwa menyambungkan dengan seutas kabel setelah itu ditutup rapat. Dari bom yang dirakit terdakwa, Ia berniat untuk meneror di tiga pusat perbelanjaan yang ada di Bandar Lampung. Ini bertujuan untuk membuat panik pengunjung Mall.

"Tedakwa berniat memasang bom tersebut di Mall Boemi Kedaton, Transmart Lampung, Mall Kartini. Namun hanya di Transmart Lampung yang terlaksana. Tujuan terdakwa untuk membuat heboh dan membuat pengunjungnya ketakutan agar eksis di media sosial," pungkas Andri.

Sementara itu, Kuasa Hukum Terdakwa, David Sihombing menyatakan tidak mengajukan eksepsi (nota keberatan) dan hanya meminta Berita Acara Penyelidikan (BAP) dari JPU. Dan pihaknya mempersilahkan JPU untuk menghadirkan saksi-saksi pada persidangan mendatang yang ditunda hingga Kamis, 20 September 2018 untuk mendengar keterangan saksi. (ver)