Main-Main Raskin, Mantan Kades Sidomekar Dituntut Enam Tahun Penjara

03 September 2018 - 22:13:15 | 8694 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/03092018/Bandarlampung

---- Mantan Kepala Desa Sidomekar, Katibung, Lampung Selatan, Agus Widodo (35) hanya tertunduk lesu. Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa selama enam tahun penjara terkait kasus tindak pidana korupsi beras miskin (Raskin) yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 473 juta.

Selain pidana penjara terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta subsideir enam bulan kurungan. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah di atur dalam pasal 2 Jo Pasal 18 ayat (1) UU No 31/1999 sebagai mana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dalam pertimbangannya Jaksa Penuntut Umum Khareza Mokhamad Thayzar, SH mengatakan hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa berbelit belit dalam persidangan dan tidak mengakui perbuatannya.

"Terdakwa tidak mengakui perbuatannya, terdakwa juga tidak mengembalikan kerugian negara. Yang meringankan cuma satu, tidak pernah dihukum saja," kata dia.

Terpisah, menanggapi tuntutan Jaksa yang tinggi, terdakwa melalui tim Kuasa Hukumnya Amrullah, S.H., menjelaskan bahwa tingginya tuntutan jaksa akibat dari rasa kecewa, karena klien kami tidak mau membayar uang pengganti. "Karena dia merasa tidak berbuat, terus apa yang harus di bayar kalau dia gak berbuat," kata Amrullah.

Pihaknya juga akan membuktikan, apa yang dituntut oleh Jaksa memang tidak ada. Menurutnya, didalam persidangan tidak ada satu pun saksi maupun bukti yang menyatakan terdakwa melakukan perbuatan korupsi tersebut secara bersama-sama maupun sendiri.

Sehingga Kuasa Hukum juga bertanya agar terdakwa membuktikannya. “Tolong buktikan secara jelas bahwa benar-benar itu adalah perbuatan dia. Pihaknya juga menegaskan, bahwa kliennya tersebut tidak pernah memegang barang itu (raskin) dan juga tidak pernah memperkaya diri sendiri ataupun orang lain.

Diketahui, menurut Jaksa, awalnya Bulog membagikan beras ke warga Sidomekar, Katibung, Lampung Selatan pada tahun 2013 hingga tahun 2015 ke 348 Kartu Keluarga (KK) Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM). 

"Rinciannya di tahun 2013  ada 78,3 ton, 2014 ada 67.8 ton, dan tahun 2015 ada 73 ton beras dengan Harga Tebus Raskin (HTR) Rp1.600 perkilogram. Bahwa terdakwa sebagai penanggung jawab Raskin desa Sidomekar selama tiga tahun itu meminta harga tebus sebesar Rp2500 perkilogram,” ujar Jaksa Feriando. 

Tidak hanya itu, dari pendistribusian beras, dia tak melakukannya. Seperti di tahun 2013 dari 78,3 ton itu harusnya didistribusikan 15 kali. Tetapi terdakwa hanya mendistribusikan delapan kali ke Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat. Selama tiga tahun itu, total 13 kali selama tiga tahun itu ia tidak mendistribusikan raskin yang seharusnyab dinikmati rumah tangga tidak mampu. (ver)