Atas Nama Kemensos RI, Kadisos Lampung Kukuhkan Seribu Sahabat Peduli ODHA

31 Agustus 2018 - 19:42:06 | 17658 | HUMANIORA

DL/31082018/Bandarlampung

---- Berdasarkan kondisi objektif, diperkirakan epidemi HIV dan Aids di Indonesia yang sudah berlangsung dari dua puluh lima tahun masih akan terus berkepanjangan,karena epidemi HIV/AIDS berlangsung sejalan dengan maraknya penyalahgunaan NAPZA dan seks bebas.

Fakta ini menunjukkan bahwa dua cara penularan infeksi HIV yang terbanyak sampai saat ini adalah melalui hubungan seks yang tidak aman dan penyalahgunaan napza suntik.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni saat membuka Sosialisasi dan Pengukuhan seribu Sahabat Peduli ODHA, Jumat, 31 Agustus 2018 di Hotel Emersia, Bandar Lampung.

Sumarju menegaskan bahwa berbagai upaya untuk menanggulangi HIV Aids telah dilakukan namun hasil yang diperoleh belum optimal.

Peningkatan kasus HIV/Aids di provinsi Lampung dari waktu ke waktu menunjukkan perkembangan yang sangat mengkhawatirkan.

Diinformasikan juga bahwa Lembaga Kesejahteraan Sosial di Provinsi Lampung sebagai pendamping ODHA yakni Jaringan ODHA Berdaya, Saburai Support Group dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia.

Diharapkan dengan kegiatan sosialisasi dan sekaligus pengukuhan sahabat ODHA di Provinsi Lampung merupakan salah satu upaya untuk membendung laju pertumbuhan epidemi HIV/AIDS di masyarakat.

Oleh karena itu saya menyambut baik diselenggarakannya sosialisasi dan pengukuhan sahabat ODHA ini.

"Saya berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Lampung, khususnya khususnya para ODHA dan berkurangnya masyarakat yang tetinfeksi HIV/Aid,” harapnya.

Penyandang ODHA

Menurut Kasubdit Rehabilitasi Sosial Tuna Susial dan ODHA Kemensos RI, Ismet Syaifulloh kegiatan semacam ini telah dilaksanakan di beberapa Provinsi lainnya. Kegiatan ini diikuti 250 orang terdiri dari unsur Perguruan Tinggi, Sekolah SLTA, Organisasi Wanita, Potensi dan Sumber Kesejahtetaan Sosial, Dinas dan Instansi terkait, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Berdasarkan data ODHA di Provinsi Lampung dari tahun 2002  sampai 2017 penyandang ODHA telah mencapai kurang lebih 2.200 orang.

“Padahal dalam kenyataannya jauh lebih besar karena untuk kasus HIV dan Aids yang terjadi seperti fenomena gunung es dimana jumlah yang sesungguhnya jauh lebih besar dari yang dilaporkan.” Katanya.

Praktisi ODHA dari Jakarta, DR. Baby Jim  Aditya menekankan pemahaman bahwa HIV ditularkan melalui darah, ASI, air mani atau cairan vagina yang terinfeksi terkena kontak langsung dengan luka di kulit atau selaput lendir yang terbuka (seperti mulut, hidung, vagina, rektum, bukaan penis).

Masih menurut Baby, HIV dapat ditularkan melalui hubungan seks melalui vagina, oral atau anal, serta kontak antar darah dan kontak antar cairan tubuh.

“Hal ini berarti Anda dapat berciuman dengan aman (selama tidak ada luka atau sariawan, dan Anda tidak saling menyebabkan luka), bersentuhan, berpelukan, dan berinteraksi seperti biasanya secara aman dengan orang yang memiliki HIV.

"Jangan berasumsi bahwa seseorang yang tidak memiliki gejala pasti tidak memiliki HIV. Orang dapat memiliki HIV beberapa tahun sebelum memiliki AIDS, dan orang yang terinfeksi dapat menularkan virus.” Pungkasnya. (Ppid-dinsos)