FKM Wakil Lampung ke LNF Nasional

27 Agustus 2018 - 01:08:24 | 24543 | FUTSAL MANIA

DL/27082018/Kota Metro

---- Futsal Kota Metro (FKM) melenggang ke zona nasional Liga Nusantara Futsal (LNF) 2018, setelah di final mengalahkan No Name Bandarlampung dengan skor 8-3, di Giga Futsal Arena Kota Metro, Minggu 26 Agustus 2018.

Dengan kemenangan itu FKM menjadi wakil Lampung untuk menjalani kompetisi satu tingkat berikutnya untuk menuju kancah LNF Nasional.

Reza Mahesa, pelatih FKM menegaskan bahwa pihaknya kini mulai berkonsenterasi untuk langkah selanjutnya. “Kami bersyukur bisa menjuarai Linus tahun ini, dan kami akan segera melakukan konsolidasi ke dalam secepatnya. Tentu ini bukan tugas yang ringan, karena sesudah ini kami pasti akan berhadapan dengan tim-tim kuat,” katanya, usai pertandingan final.

Menurut Reza, langkah pertama yang ia lakukan adalah meliburkan pemainnya selama seminggu. “Kami liburkan pemain selama sepekan, dan selanjutnya kembali ke mess untuk evaluasi dan latihan.” Ujarnya.

Mengenai kemungkina penambahan dan pengurangan pemain, Reza mengaku sudah merencanakan. Sesuai dengan aturan FFI, diperbolehkan untuk mengganti lima pemain lama dengan pemain baru sesuai dengan kebutuhan tim menurut kebijakan manajer dan pelatih tim.

“Kami tentu akan melakukannya. Sebab untuk babak berikutnya, lawannya pasti juga sudah bersiap dengan segala upaya. Maka kami juga menyiapkan itu. Saat ini kami adalah wakil Lampung. Maka kami bisa saja memakai pemain dari mana saja di Lampung terutama. Jadi ya ini yang akan kami lakukan, demi menambah kekuatan tim,” tambahnya.

Terkait target tim ini ke LNF Nasional, Reza menegaskan bahwa target tim ini adalah empat besar nasional. “Ya kami tentu mempunyai tujuan. Maka untuk menyemangatinya, kami pasang target empat besar nasional. Ini juga akan mendekatkan kami pada putaran Liga Pro Futsal Indonesia,” terangnya.

Sportif

Sementara itu pelatih No Name, Defriansyah, mengatakan bahwa hasil maksimal mereka raih sebagai finalis Liga Nusantara kali ini adalah sesuatu yang secara optimis memang diidamkan.

“Ya tentu semua tim ingin menang dalam pertandingan dan juara dalam setiap even. Maka kamipun sama. Tetapi kami lebih ingin realistis. Jika situasinya seperti sekarang dimana di final bertemu dengan tim yang dihuni para pemain yang berpengalaman, maka kami hanya mencoba bermain sebaik mungkin dan rileks. Soal kalah menang itu bonus,” ujarnya.

Defri juga memberikan pengertian tentang sikap pelatih dalam setiap laga. “Kalau saya lebih kepada ingin memberikan rasa nyaman kepada pemain. Saya fokus pada tim dalam permainan dan saya pun sangat percaya kepada wasit, dan siapapun itu wasitnya. Jadi saya selalu menginginkan anak-anak tampil lebih fokus pada pertandingan ketimbang protes memrotes kepada wasit, karena kami berfikir positif terhadap wasit,” katanya.

Maka dari itu, dalam setiap pertandingan dia menekankan kepada seluruh pemain agar tetap konsenterasi penuh. Soal hasilnya menang atau kalah itu adalah sebuah bonus semata.

“Ya kalau kita main baik pun, kalau lawan kita diatas satu strip, ya akan kesulitan. Namun ini kami hadapi sebagai bentuk pelajaran dan jam terbang anak-anak agar terus bertambah matang,” kata Defri.

Kegagalan bukan sebuah kiamat, tetapi sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki dikemudian hari. (Dedi)