Don: Peserta 8 Besar Mainlah Dengan Riang Gembira dan Sportif

25 Agustus 2018 - 18:54:47 | 80514 | FUTSAL MANIA

DL/25082018/Kota Metro

----  Memulai pertandingan dengan riang gembira, percaya diri dan menjunjung tinggi sportivitas menjadi modal para pemain bisa menjalani pertandingan dengan rileks, dan semangat yang tinggi untuk memenangi pertandingan.

Ini diungkapkan Plt Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Lampung, Edi Purwanto, saat membuka gelaran babak delapan besar Liga Nusantara Futsal (LNF) Zona Lampung 2018 di Giga Gutsal Arena, Kota Metro, Sabtu 25 Agustus 2018.

Don Pecci – penggilan akrab Edi Purwanto menegaskan bahwa pertandingan delapan besar ini sudah diisi oleh tim-tim yang punya kualitas lebih karena sudah mampu lolos dari babak zona kabupaten, yang sebelumnya dipertandingan di tiga zona berbeda.

“Saya atas nama AFP berharap ini menjadi babak krusial yang harus dijalani dengan rileks dan riang gembira. Jangan malah semakin terbebani, meskipun lawan yang dihadapi pasti jauh lebih baik dari sebelumnya.” Katanya.

Oleh karena itu disarankan agar seluruh tim peserta 8 besar akan bermain jauh lebih baik dan menampilkan pertandingan yang enak untuk dinikmati, dan hasilnya sangat sportif.

“AFP hanya punya kuota untuk mengirimkan satu tim ke tingkat nasional, dengan begitu dari delapan tim ini hanya satu yang akan lolos. Maka dari itu saya sarankan untuk mempersiapkan tim dengan sebaik mungkin. Di sini, tim yang siap segalanya, dialah yang akan lolos.” Ujar Don Pecci.

Boleh Pakai Pemain Lain

Setelah lolos pun tim akan menghadapi hal yang berat, baik dari segi pendanaan maupun persiapan sarana prasarananya. “Ya saya berharap seluruh tim yang hari ini bertanding, benar-benar sudah siap untuk seluruh resiko yang akan dihadapi selanjutnya, terutama pada pendanaan. Saya kira mereka harus mulai mencari sponsor pendukung untuk langkah berikutnya,” tambahnya.

Dari delapan kontestan yang turun, siapapun yang nantinya menjadi pemenang, ada kesempatan untuk menambah pemain-pemainnya di babak selanjutnya dengan meminjam pemain yang turut berlaga di delapan besar maupun pemain lainnya yang memenuhi persyaratan Federasi Futsal Indonesia.

“Diperbolehkan, kalau memang mereka mau mengadakan tambal sulam pemain. Dipersilahkan untuk saling komunikasi saja. Kesepakatan apa yang akan diberlakukan itu hak antar klub yang akan bertransaksi,” ujar Don Pecci.

Kepada para wasit yang memimpin pertandingan di delapan besar ditekankan agar memberikan keputusan yang adil dan sportif, tidak memihak tim manapun. Karena wasit merupakan salah satu perangkat pertandingan yang juga akan mensupport berlangsungnya pertandingan yang sportif.

“Saya tadi sudah pesankan, agar wasit professional lah. Mereka kan sudah punya sertifikat nasional, sehingga harus mempertaruhkan profesionalitasnya untuk memimpin di zona Lampung. Saya kira teman-teman wasit mengerti akan hal ini. Jangan khawatir dan curiga kepada pengadil di sini,” tuturnya. (dedi)