Inilah Sosok Sentral Media Center, Arinal - Nunik di Pilkada Lampung

21 Agustus 2018 - 02:15:44 | 15984 | POLITIK

DL/21082018/Bandar Lampung

----  Gelaran pemilihan gubernur Lampung 2018 telah usai. Empat pasangan calon yang bersaing untuk merebut kursi BE 1 kembali ke aktivitasnya.

Pasangan nomor tiga Arinal Djunaidi - Chusnunia berhasil unggul dari ketiga pesaingnya dalam sejumlah lembaga survei yang melakukan quick count hingga penghitungan suara dalam pleno KPU Lampung 8 Juli 2018.

Arinal - Nunik biasa pasangan ini disapa akhirnya ditetapkan KPU Lampung sebagai pemenang Pemilihan Kepala Daerah 2019 - 2024 pada tanggal 12 Agustus 2018. Selama ini pasangan yang sempat tak diunggulkan dan berangkat dari nol menjadi pemenang.

Atas pencapaian ini tak terlepas dari peran media center dalam pemberitaan selama pra kampanye, kampanye, masa tenang, pencoblosan hingga pasca pencoblosan. Media center pasangan Arinal - Nunik memiliki peranan yang sangat penting.

Bekerja dari Januari hingga Agustus, tim media center berhasil memberikan sajian informasi kepada khalayak terutama masyarakat Lampung terkait sosok Arinal - Nunik.

Ajianto Dwi Nugroho mantan aktivis 1998 ini menjadi sosok sentral dalam mengomandoi Tim Media Center dengan beberapa punggawa inti yang berasal dari ibukota Jakarta.

Berbekal pengalamannya dalam pemenangan sejumlah pemilihan kepala daerah mulai dari Bangka, Kalimantan, Sulawesi, Papua, DKI Jakarta hingga Jawa Tengah, Ajianto tak kesulitan untuk menerapkan strategi pemenangan dalam media.

"Kita buatkan pemberitaan terkait citra dan sebaran dalam media sosial baik facebook serta instagram," ungkap dia Minggu, 19 Agustus 2018.

Menurutnya, dalam strategi media tidak hanya pemberitaan saja yang banyak berperan namun juga dalam memvisualisasikan desain yang eye catching bisa sampai kepada masyarakat.

"Provinsi Lampung yang penduduknya sekitar 7 juta juga melihat potensi pemilih. Dari yang berusia muda hingga tua berbeda. Begitu juga dari jenis kelamin. Oleh karena itu tim desain disini juga sangat baik dalam menerapkan ide-ide segar hasil kreativitasnya," bebernya.

Alumnus Fisipol UGM ini juga menjelaskan peran pengolahan isu baik yang tematik maupun insidental juga menjadi hal yang utama dalam pemenangan. "Kita sampaikan kepada kandidat untuk menyampaikan gagasannya dalam topik tertentu mulai dari kesehatan, lingkungan, pendidikan dan perempuan. Dalam hal ini juga media center melakukan counter terhadap isu black campaign maupun kampanye negatif lawan," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Aji ini mengaku setiap orang dalam media center bertugas dengan kemampuannya masing-masing.

"Ada di media sosial untuk menyebarkan berita kegiatan kandidat, pembuat rilis yang akan diberikan ke media, tim meme, tim desain grafis, dan tim khusus melakukan monitoring kegiatan lawan. Kita juga mengajak SDM lokal karena untuk mengetahui peta politik dan medan peperangan di Lampung dengan kombinasi pemuda-pemudinya," jelasnya.

Penulis buku "Politik : Jokowi tanpa Pencitraan Bimo Nugroho ini mengatakan koordinasi dengan tim kerja pemenangan hingga ke kandidat pun dilakukan setiap hari ketika kampanye berjalan. "Pemberitaan yang dibuat juga tidak sekedar kegiatan kampanye tapi berasal dari keinginan dan aspirasi warga (bottom up). Karena sebenarnya masyarakat atau rakyat lah yang banyak menginginkan sosok Arinal - Nunik memimpin Lampung," imbuhnya.

Ia membeberkan untuk kesulitan pasti ada namun dapat diselesaikan dengan baik. "Sebenarnya bukan kesulitan tetapi dinamika pendapat yang tujuannya untuk membuat pasangan Arinal - Nunik bisa dikenal masyarakat. Itu hal biasa karena tujuannya sama untuk memenangkan," tuturnya.

Aji mengucapkan selamat kepada Arinal Djunaidi - Chusnunia selaku Gubernur Lampung dan Wakil Gubernur Lampung terpilih 2019 - 2024.

"Masyarakat Lampung mempunyai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung baru. Semoga pembangunan di Lampung bisa lebih baik dan pesat dibawah Arinal - Nunik," tutupnya. (tim)