Baznas Lampung Dan RSU Urip Bantu Korban Gempa Lombok

18 Agustus 2018 - 11:58:46 | 36828 | HUMANIORA

DL/18082018/Lombok

---- Badan Amin Zakat  ( Baznas ) Lampung bekerjasama dengan RSU Urip Sumoharjo Bandarlampung

Saat ini berada di Lombok, Nusantenggara Barat untuk menyerahkan bantuan kepada korban gempa Lombok.

Bantuan yang diberikan berupa obat-obatan dan makanan, serta pakaian yang diserahkan langsung ke masyarakat di tiga lokasi, diantaranya Desa Medane , Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara.

Mahfud Santoso, ketua basnaz Lampung turun ke lapangan untuk menyerahkan sendiri bantuan itu seraya memberikan dorongan semangat kepada para korban gempa dan keluarga mereka.

Selain bahan-bahan tersebut, juga disalurkan bantuan uang tunai yang besarannya bervariasi antara Rp200 hingga Rp400 ribu per kepala keluarga. “Ini bantuan dari hasil penggalangan dana dari masyarakat Lampung,” ujarnya.

Dalam hal medis, Basnaz bekerjasama dengan RSU Urip Sumoharjo yang langsung dikoordinir oleh Direktur Utama, dr Novayanti di lokasi korban gempa. “Tim medis yang kami bawa ada dua dokter dan dua perawat. Tim ini akan berada di Lombok rencananya hingga Senin pekan depan.” kata dr Nova.

Tim medis yang terdiri dari dua dokter dan dua perawat akan dibagi dua satu kelompok berada di Rumah Sakit Baznas yang berada  Posko Utama Baznas Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara.

Tim Baznas Lampung akan keliling ke lokasi lain yang belum tersentuh oleh bantuan dari pihak lain maupun pemerintah, khususnya daerah di pegunungan karena sulitnya medan yang dilalui kendaraan.

Jika menilik kondisi lapangan, sangat miris, karena hampir seluruh bangunan di daerah ini rata dengan tanah. “Ini sangat menyedihkan. Bencana yang tidak pernah disangka oleh masyarakat di sini, dan saat ini rumah mereka rata dengan tanah. Maka bantuan yang diberikan harus tepat sasaran apa yang diperlukan korban gempa saat ini, sambil menunggu recovery pemerintah,” kata Mahfud, didampingi prof Karwono.

Kebutuhan pokok yang harus segera dipenuhi di sini selain kebutuhan bahan pokok makanan, juga masih kekurangan tenda, selimut dan air bersih.

Bantuan Tertahan di Bandara

Secara situasional memang kepedulian masyarakat Indonesia untuk membantu korban gempa di Lombok ini sangat tinggi.

Namun ada kendala, masih ada bantuan yang tertahan di bandara Soekarno-Hatta Cengkareng dan Halim Perdana Kusuma Jakarta belum dapat disalurkan. Bahkan yang berada di bandara Lombok pun belum bisa disalurkan ke lapangan.

“Mudah-midahan ini segera bisa disalurkan, karena memang sudah sangat urgent. Para korban sudah sangat membutuhkan.” kata Mahfud Santoso yang juga ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung.

Menurutnya sebagian bahan bantuan dari Baznas Lampung berupa obat-obatan dan pakaian yang dikirim pada 15 Agustus 2018 juga belum tiba di Lombok.

Namun demikian bahan bantuan makanan kebutuhan untuk wanita dan anak-anak serta obat-obatan yang dibeli di daerah Lombok telah berhasil disalurkan.

Sambil menunggu bantuan yang masih tertahan di bandara, hari kedua tim Baznas bekerjasama dengan Baznas Pusat akan menyalurkan bantuan ke daerah lain yang belum tersentuh bantuan.

Saat ini tim sedang mencari kebutuhan yang sangat diperlukan oleh masyarakat korban gempa yakni air bersih selimut tenda alat penampungan air, sabun cuci dan kebutuhan lainnya.

Sampai berita ini diturunkan menurut data yang disimpulkan oleh tim Baznas, kebutuhan masih sangat banyak, seperti Air bersih, WC dan kamar mandi, dan peralatan keluarga lainnya seperti sandal jepit, sikat gigi, bak penamungan air dan sebagainya.

Sedangkan  untuk keperluan ibadah diperlukan tikar, tenda, mukena, sarung. Serta keperluan anak-anak sekolah. (yun)