Indrajaya: E-warong Kota Metro Satu-satunya di Indonesia

16 Agustus 2018 - 10:32:49 | 28728 | EKONOMI

DL/16082018/Kota Metro

---- Tenaga Ahli Pemberdayaan Fakir miskin Kemensos RI, Indrajaya didampingi oleh anggota Koperasi Jaringan Masyarakat Indonesia Sejahtera (KJMIS) Chrisny dan Kabag Keuangan Dirjen PFM, Sugiarto, hari ini Rabu, 15 Agustus 2018 mengunjungi pelaksanaan BPNT di Kota Metro.

Menurut Indra kehadirannya secara mendadak karena diperintahkan Dirjen PFM Kemensos untuk melihat e-warong dengan aplikasi e-kasir di Kota Metro.

"Kami kemarin diperintahkan pak Dirjen PFM untuk melihat e-warong dengan aplikasi e-kasir di Kota Metro karena itu satu-satunya di Indonesia,” Katanya.

Rombongan meninjau langsung pelaksanaan BPNT di e-warong "Griya KPM" Kelurahan Ireng Mulyo. E-warong yang beranggotakan 10 KPM dipimpin oleh Emasari yang juga merupakan KPM-BPNT, dilanjutkan ke e-warong Kelurahan Banjar Sari dimana sebagai ketuanya Maryati.

Kedua e-warong tersebut melayani BPNT dengan transaksi uang elektronik melalui kartu kombo.

Menurut Emasari, masing-masing KPM setelah melakukan transaksi melalui kartu EDC-Bank BRI dapat mencairkan 10 kg beras dan 0,50 kg telor ayam. Beras maupun telor telah dicopy dengan barcode sehingga langsung terkoneksi dengan aplikasi e-kasir.

Dengan aplikasi ini data KPM tercatat  di komputer. Demikian juga persediaan barang dan keuntungannya serta lebih transparan dan akuntabel. Dengan demikian pelaporannya mudah, lengkap dan transparan.

Ketika ditanya awalnya bagaimana belajar komputer khususnya aplikasi kasir, sambil malu-malu dia katakan "pegang mouse ini aja sulit banget pak, namun sekarang ya sudah lumayan," katanya.

Menurut Sugiarto pelaksanaan e-warong dengan sistem e-kasir ini lebih transparan dalam hal pengeloaannya, baik keuntungan maupun isi warung tersebut.

Disamping itu adanya pembelajaran kepada KPM tentang manfaat teknologi untuk memperlancar dan mempermudah usaha. "Dengan tranparansi tersebut mendorong anggota utuk lenih giat lagi mengembangkan usahanya," ungkapnya.

Diinformasikan oleh Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Metro, Sri Mubarokawati bahwa transformasi bantuan sosial pangan dari Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Metro dilaksanakan pada tahun 2018 dengan jumlah KPM sebanyak 5.980 dengan rincian BPNT-PKH sebanyak 4.354 KPM dan BPNT Murni sebanyak 1.532 KPM.

Pelayanan pencairan bantuan melalui 19 e-warong. Namun yang menggunakan e-kasir pada tahun 2018 masih ada 9 e-warong sedangkan 10 e-warong lainnya direncanakan pada APBD 2019.

Ditambahkan oleh Sri, apabila dibandingkan dengan Bansos Rastra,  penyaluran bantuan pangan secara non tunai lebih memberikan manfaat antara lain meningkatkan ketahanan pangan ditingkat KPM sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial penanggulangan kemiskinan.

Meningkatkan efisiensi penyaluran bantuan sosial. Meningkatkan transaksi non tunai dalam agenda Gerakan Nasional Non Tinai (GNNT) dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi mikro dan kecil dibidang perdagangan. (Ppid-dinsos)