Sujonggo: Lapas Kekurangan Alat Pendeteksi

14 Agustus 2018 - 20:21:20 | 9639 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/14082018/Bandarlampung

---- Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA, Rajabasa, Bandarlampung, Sujonggo menegaskan tidak segan-segan akan mengambil tindakan tegas jika ada sipir yang ikut terlibat dalam kasus narkoba.

"Untuk di Lapas ini kami masih sangat lemah alat pelacak atau alat pendeteksi untuk menghindari barang-barang yang dilarang tersebut masuk," kata dia.

Pernyataan ini diungkapkan Sujonggo di ruang kerjanya, Senin 13 Agustus 2018, merespon hasil tangkapan Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung yang menangkap lima tersangka bandar narkoba, yang melibatkan salah satu napi Lapas Rajabasa, bernama Buang.

Sujonggo mengakui pihaknya tidak akan tinggal diam jika ada napi atau sipir Lapas yang terlibat dalam kasus narkotika. Ia menjelaskan, selain narkotika hal-hal yang masih banyak masuk ke dalam lapas salah satunya alat komunikasi.

Menurutnya, alat kecil tersebut masih bisa masuk ke dalam blok para narapidana lantaran kurangnya alat pendeteksi. "Penyebab masih banyaknya masuk alat komunikasi salah satu diantaranya lemahnya alat pelacak atau alat pendeteksi," kata dia.

Selain itu, banyak faktor penyebab masuknya handphone lantaran kurangnya atau minimnya alat seperti alat deteksi. “Coba kalau kita ada alatnya seperti polisi dan BNNP, pasti bisa tahu dimana ada titiknya," kata Sujonggo.

Meskipun demikian, lanjut Sujonggo, pihaknya sudah pernah meminta atau mengajukan alat tersebut. Namun, karena banyaknya pelaku penyalahgunaan narkoba sehingga seluruh lapas se-Indonesia dimungkinkan akan memiliki alat tersebut.

"Di Indonesia ini penyalahgunaan narkotika perbandingannya 50 persen plus satu, jadi kalau minta alat tersebut bukan hanya Lapas Rajabasa saja pasti seluruh lembaga juga minta," jelasnya.

Selain itu, tambahnya, diantara penyalahgunaan narkotika diantaranya berperan sebagai pengguna. Bahkan, katanya, jika para pelaku tidak memakai sekali, maka mereka akan mencari bagaimanapun caranya.

"Oleh karena itu, saya melarang petugas saya yang sedang tidak bertugas untuk masuk kedalam lapas. Hal itu saya lakukan, untuk menghindari masuknya barang-barang yang tidak kita inginkan. Kecuali memang atas izin saya," tutupnya. (ver)