Puluhan Warga Antusias Ikuti Pelatihan Mahasiswa KKN Unila

12 Agustus 2018 - 23:35:33 | 23382 | PENDIDIKAN

DL/12082018/Bandarlampung

---- Puluhan warga sangat antusias terhadap pelatihan penggunaan biofoc untuk budidaya ikan di Desa Banjar Negoro, Tanggamus, yang diselenggarakan oleh Mahassiwa KKN 2018 Universitas Lampung dari berbagai jurusan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Pelaksana KKN Unila Sri Waluyo, Minggu 12 Agustus 2018.

Waluyo menjelaskan, sekitar 20 mahasiswa yang mengikuti KKN Unila memberikan pembelajaran kepada masyarakat Desa di Pekon Banjar Negara, Kecamatan Wonosobo,  Tanggamus terkait pemberdayaan masyarakat agrokompleks, budidaya ikan lele bioflok, pelatihan pembuatan pupuk organik cair, pelatihan pembuatan pakan silase dan pelatihan pembuatan pupuk kompos.

Dalam kegiatan ini mahasiswa menggelar pelatihan pemberdayaan masyarat agrokompleks, budidaya ikan lele bioflok, pelatihan pembuatan pupuk organik cair, pelatihan pembuatan pakan silase dan pelatihan pembuatan pupuk kompos dengan pendekatan agro kompleks.

"Kita melihat daerah ini berbasis pertanian, ada peternakan, perkebunan,  pertanian umum dan lainnya,  kita akan garap bersama masyarakat. Dan di desa ini terdapat banyak komoditas yang digeluti masyarakat, seperti budidaya seperti ikan air tawar,  petani sawah, kebun, cokelat, kopi bahkan sebagian besar masyarakat beternak kambing," kata dia. 

Pihaknya juga berharap agar desa Banjar Negoro Winosobo, Tanggamus ini dapat menjadi pembangkit ekonomi masyarakat yang bagus. Karena selama ini, lanjut dia, berdasarkan informasi, di sini ada kelangkaan pupuk, lalu petani masih konvensional atau tradisional.

Hal lain yang mendorong pelatihan hingga pembinaan bioflok karena selama ini kebutuhan lauk pauk ikan lele di pekon tersebut masih rendah. Karena dibeli dari Pagelaran Pringsewu, tentu dengan harga lebih mahal yakni Rp16 ribu per kg. 

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong masyarakat berproduksi dengan menafaaatkan pekarangan kosong selain konsumsi tapi bisa dijual. Pada kesempatan itu, mahasiswa KKN didampingi dosen mencoba mengurai masalah yang ada di tengah masyarakat hingga mendapatkan jalan keluar.

Mahasiswa merupakan calon pemimpin dan harus tau kondisi kebutuhan masyarakat. Terutama masyarakat desa Banjar Negoro berbasis petani dan peternak, secara ekonomi ada masyarakat uang sejahtera tapi sebagian saja, padahal potensinya luar biasa.

Terpisah, Kepala Pekon Banjar Negoro Suharyo mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN bersama dosen Unila.

"Kami sangat berterima kasih dengan adanya acara ini, tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat pekon yang terdiri dari 460 KK ada 4 dusun," tuturnya. (ver)