Berkelahi Dengan Dirver Go-Jek, Pegawai Geprek Bensu Dipecat

12 Agustus 2018 - 23:21:35 | 10179 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/12082018/Bandarlampung

---- Owner Geprek Bensu (GB), Novia Ramalina memilih jalan tegas untuk memberhentikan karyawannya yang terlibat keributan di outlet GB belum lama ini, melibatkan karyawan dan personil ojek online.

Langkah ini diambil setelah manajemen mengaku mempelajari secara seksama kejadiannya dan mendengar kesaksian dari semua pihak terkait.

Ini diungkapkan Novia dalam jumpa pers yang dilakukan di kantor GB Bandarlampung, Minggu 12 Agustus 2018.

"Beberapa hari berselang setelah terjadinya kerusuhan di Outlet Geprek Bensu, pegawai yang terlibat telah dikeluarkan oleh pihak manajamen," kata Novia.

Novia menambahkan, jika pihaknya mengambil tindakan tegas ini sesuai peraturan yang telah diterapkan oleh manajeman perusahaan. "Kalau karyawan membuat kerusuhan pasti akan diberikan sanksi tegas. Dari masalah ini banyak hikmah yang kami ambil," tuturnya.

Perdamaian

Ia mengatakan kedatangannya ke Lampung untuk memberikan komentar perihal permasalahan yang menyangkut salah satu pegawainya. "Kami selaku pihak menajeman telah mengajukan perdamaian antara kedua belah pihak. Jadi masalah ini sudah selesai dan keduanya sudah sama-sama mencabut laporan," kata dia.

Pihaknya langsung datang untuk mencari tahu kebenarannya seperti yang diberitakan di media massa. "Setelah saya tahu semua masalahnya, maka kami melakukan perdamaian antara pegawai yang terlibat perkelahian dengan driver ojek online," ungkapnya.

Kami mengucapkan syukur karena kedua belah pihak telah berdamai. "Atas nama owner memohon maaf atas peristiwa ini yang dilakukan oleh salah satu karyawan kami, Alvin, yang mengakibatkan Lutfi dirawat," kata Novia Ramalina.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengundang perwakilan dari driver Go-Jek dan keluarga kedua belah pihak. "Peristiwa itu hanya hal kecil yang dibesar-besarkan. Ada kecemburuan pribadi antara kedua pihak. Saya kira masalah ini selesai sampai di sini.” jelas dia. (ver)