Ekspansi Produksi PT BA Mensyaratkan KA Babaranjang Tidak Melintasi Kota Balam

08 Agustus 2018 - 00:01:54 | 14985 | EKONOMI

DL/07082018/Bandarlampung

---- PT Bukit Asam (PTBA) mengeluarkan sikap yang makin bersahabat dengan lalulintas Kota Bandarlampung terkait angkutan produk Batubara, yang pada intinya mensyaratkan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk tidak melintas Kota Bandarlampung.

Ini ditegaskan General Manager PTBA, Hadis Surya, saat menerima kunjungan anggota DPD RI asal Lampung, Andi Surya dalam rangka reses bersama rombongan, Selasa, 7 Agustus 2018.

Dipaparkan oleh GM PT BA rencana untuk melakukan ekspansi produk batubara hingga mencapai produksi 50 juta ton dari yang selama ini hanya berkisar 20 juta ton pertahun.

"Saya sangat mendukung upaya PT. BA untuk melakukan ekspansi karena ini juga untuk keuntungan perusahaan sekaligus akan memberi nilai tambah kepada APBN. Namun yang perlu dipikirkan ekspansi ini dengan menggunakan KA Babaranjang yang melintasi kota Bandarlampung akan menyebabkan frekuensi lintas bertambah, hal ini akan memicu protes warga Bandarlampung," Papar Andi Surya didampingi stafnya Tengku Amanda dan Ubaidillah.

"Kami setuju itu, PT BA memberi syarat kepada PT. KAI, jika ekspansi bisa dilaksanakan, harus dengan cara rel KA Babaranjang tidak melintasi Kota Bandarlampung dan harus pula dengan rel ganda," Jawab GM PT. BA, Hadis Surya.

“Kami juga memberi opsi kepada PT. KAI, jika tidak memiliki anggaran yang cukup, PT. BA bersedia menggelontor dana pinjaman untuk membangun shortcut rel KA dari Natar ke Tarahan termasuk pembiayaan doubletrack,” lanjut GM PT. BA.

"Ini langkah yang baik dari PT BA dan patut diapresiasi. Oleh karenanya saya menyarankan agar PT. KAI menyambut peluang ini agar ekspansi ini bisa meningkatkan kinerja usaha PT. KAI maupun PT. BA sekaligus mengeliminir permasalahan KA Babaranjang yang telah sekian lama menghantui Kota Bandarlampung," tegas Andi Surya. (Lis)