Direktur PT Tunas Jaya Graha Dituduh Melakukan Pemalsuan Dokumen

04 Agustus 2018 - 10:31:10 | 9018 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/04082018/Bandarlampung

---- Direktur Utama PT BPR Tapeunadana atau PT Tunas Jaya Graha, yakni terdakwa Suharto (61) warga Jalan Janur Hijau Raya, Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rita Susanti, dengan Pasal 49 ayat (2) huruf b UU No.7/1992 yang telah diubah dengan UU No.7/1992 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam dakwaannya Rita menjelaskan, jika terdakwa didakwa terkait perkara membuat atau menyebabkan catatan palsu dalam pembukuan atau dalam laporan maupun dalam laporan dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank. Hal tersebut terungkap dalam sidang yang digelar di PN Kelas IA, Tanjungkarang, Kamis 2 Agustus 2018.

Rita menjelaskan kejadian bermula saat terdakwa meminta agar pegawai, staf pada PT BPR Tunas Jaya Graha membuat kelengkapan administrasi untuk permohonan kredit dan pencairan kredit masing-masing atas nama Sukamto, Ngadiman dan Purnama. Selain itu terdakwa meminta perpanjangan kredit atas nama Sulastrio. 

Dalam permintaan itu, seolah-olah nama tersebut mengajukan kredit padahal nama keempatnya tidak ada. Permohonan tersebut telah dicatatkan dipembukuan akuntansi PT TJH dan diimput ke sistem pelaporan Bank Indonesia maupun laporan keuangan publikasi ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan (KOJK) Lampung.

Lanjut JPU, terdakwa juga merubah data Kartu Tanda Pengenal (KTP) atas nama tiga orang tersebut. “Tiga nama tersebut diantaranya, Edy Sukamto diubah menjadi Sukamto, Supranto diubah menjadi Ngadiman dan Purnomo Sidq diubah menjadi Purnama. Dari data tersebut, Sukamto mendapatkan plafon kredit sebesar Rp125 juta, Ngadiman Rp125 juta dan Purnama Rp100 juta," terangnya.

Bahwa proses pemberian kredit atas nama Sukamto, Ngadiman dan Purnama maupu perpanjangan kredit atas nama Sulastrio dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 15 jo Pasal 8 UU No. 7/1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No.10 /1998. 

Bahwa atas perintah dari terdakwa tersebut proses pemberian kredit atas nama Sukamto, Ngadiman dan Purnama maupun perpanjang kredit atas nama Sulastrio setidak-tidaknya tidak dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku oleh Terdakwa selaku Direktur Utama PT BPR Tunas Jaya Graha karena dalam pemberian kredit maupun perpanjangan kredit. (ver)