Balai Karantina Pertanian Musnahkan 3,5 Ton Daging Celeng

01 Agustus 2018 - 21:16:15 | 7263 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/01082018/Bandarlampung

----- Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung melakukan pemusnahan 3,5 ton daging babi atau daging kulit celeng (SusScrofa) yang rencananya akan diselundupkan ke Bekasi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung, Muhammad Jumadh, Rabu 1 Agustus 2018.

Muhammad Jumadh mengatakan pemusnahan tersebut merupakan hasil tangkapan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) telah mengamankan 3,5 ton daging dan kulit celeng di pintu masuk Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, beberapa waktu lalu.

Pengungkapan kasus tersebut merupakan Kolaborasi Intelijen Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung bersama dengan (KSKP) Pelabuhan Panjang, yang telah menggagalkan 3,5 ton daging dan kulit celeng  yang berasal dari Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan tujuan Bekasi melalui Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.

"Daging ini menjadi kekhawatiran masyarakat umum karena rentan menjadi campuran dengan daging sapi. Karena mayoritas penduduk Indonesia umat Islam, maka dari itu ini harus menjadi perhatian khusus," tuturnya usai melakukan pemusnahan.

Selain itu daging dan kulit babi celeng ilegal dapat menimbulkan keresahan sosial dikarenakan kemungkinan digunakan sebagai oplosan daging sapi yang dijual kepada masyarakat yang sebagian besar adalah muslim.

Setelah diselidiki lebih lanjut, daging dan kulit celeng tersebut sudah mulai mengeluarkan bau busuk dan akan dilakukan pemusnahan.

"Hasil pemeriksaan laboratorium di Balai Veteriner Lampung menyimpulkan sampel daging dan kulit celeng mengalami pembusukan. Hasil laboratorium digunakan sebagai kajian ilmiah dan sebagai dasar pemusnahan karena tidak layak komsumsi," tutupnya. (ver)