Oknum LSM Diancam 9 Tahun Penjara, Peras Kepala Sekolah

01 Agustus 2018 - 20:41:39 | 5913 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/01082018/Bandarlampung

---- Tertangkap tangan melakukan pemerasan sebesar Rp 12 juta terhadap Kepala Sekolah SMKN 1 Bandarlampung, Oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Pendidikan dan Pembangunan (PPP), Deni Fitriawan (35) menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alex, menjerat terdakwa yang merupakan warga Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Kali Balau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Bandarlampung, dengan Pasal 369 ayat (1) KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun penjara.

Dalam dakwaannya, JPU menjelaskan, perbuatan tersebut berawal saat terdakwa mengirim surat mengatasnamakan LSM PPP ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK N) 1 Bandarlampung.

Surat tersebut berisi bahwa pihak sekolah telah melakukan pungutan liar (Pungli) uang biaya pindah sekolah dan uang administrasi. "Biaya pindahan per-siswa sebesar Rp7 juta dan biaya administrasi sebesar Rp 5 juta," katanya.

Lanjut JPU, dalam surat tersebut jika tidak dituruti, maka terdakwa akan melakukan orasi dan melaporkan perbuatan tersebut kepada Polisi dan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

"Saksi Edi Harjito yang merupakan Kepala Sekolah kebingungan dan memberitahukan kepada komite sekolah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Hingga akhirnya saksi Uce Nasir sebagai komite sekolah menghubungi terdakwa dan terjadi nego harga," terangnya.

"Karena tak ingin didemo lantaran merusak citra sekolah, kemudian Kepala Sekolah dan Kimite Sekolah menyetujui permintaan terdakwa dengan meminta uang sebesar Rp7 juta," tutur Jaksa Alex saat membacakan surat dakwaan dalam sidang yang digelar di PN Tanjungkarang, Rabu 1 Agustus 2018.

Awalnya terdakwa meminta Rp7 juta dan pihak sekolah hanya bisa memberikan Rp5 juta. Setelah itu, terdakwa meminta Rp12 juta, namun pihak sekolah hanya sanggup memberikan Rp7 juta.

Ketiganya akhirnya bertemu di depan masjid Jalan Pangeran Antasari, Bandarlampung, saat uang diserahkan kepada terdakwa, langsung datang Polisi untuk mengamankan terdakwa.

Usai JPU membacakan surat dakwaan terhadap terdakwa, sidang kemudian dilanjutkan sidang dengan pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa. "Saksi yang kami hadirkan pada persidangan ini yakni dua saksi yang merupakan Kepala Sekolah dan Komite Sekolah SMKN 1 Bandarlampung," kata Alex. (ver)