Kadis Pendidikan Lamsel Dibebaskan KPK

31 Juli 2018 - 23:34:15 | 4320 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/31072018/Bandarlampung

---- Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Thomas Ameriko akhirnya dibebaskan oleh penyidik komisi pemberantasan korupsi (KPK) dan dipulangkan kepada keluarganya, setelah sebelumnya Thomas turut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK beberapa hari lalu.

Kini Thomas statusnya hanya dijadikan sebagai saksi bukan tersangka. Hal tersebut diungkapkan oleh Kuasa Hukum, Tarmizi kepada para awak media, Selasa 31 Juli 2018.

Tarmizi mengatakan  bahwa Thomas memang sempat dibawa ke Kantor KPK pada Jumat 27Juli 2018. Ia dibawa KPK terkait dugaan suap kepada Bupati Lampung Selatan tentang pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2018.

Namun beruntungnya, saat pemeriksaan Thomas tidak dijadikan tersangka oleh KPK dan ia bisa kembali pulang pada Jumat malam.

Sedangkan empat orang lainnya yaitu Ketua Partai Zainudin Hasan, Ketua Fraksi PAN DPRD Lampung Agus Bhakti Nugroho, Kadis PU Lamsel Anjas Asmara dan Gilang Ramadhan, telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Thomas Amriko, lanjut dia, dinyatakan tidak terlibat dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK dengan perkara dugaan suap. Saat dibawa KPK, katanya, yang bersangkutan langsung dipulangkan dan hanya dimintai keterangan saja.

"Namun, jika sewaktu-waktu klien kami dibutuhkan untuk dimintai keterangan kami siap hadir untuk memenuhi panggilan kapan pun dan dimana pun," kata dia.

Pihaknya mengaku sangat bersyukur lantaran yang bersangkutan tidak dijadikan tersangka dalam kasus tersebut. Namun sampai saat ini belum ada penetapan resmi dari KPK. Ia menambahkan, saat penangkapan, yang bersangkutan tidak berada di lokasi bersama Bupati Lampung Selatan.

Hanya sebagai bawahan yang bersangkutan prihatin sehingga mendatangi atasannya. "Pak Thomas tidak ada di lokasi, hanya karena loyalitas antara bawahan jadi klien kami mendatangi Bupati untuk memastikan ada apa sebenarnya dan dari situ beliau dibawa. Jadi klien kami sebenarnya tidak mengetahui apa-apa," terangnya. (ver)