Kakek Ini Dituntut 7,5 Tahun Penjara Cabuli Murid Di Sekolah

31 Juli 2018 - 23:22:02 | 1161 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/31072018/Bandarlampung

---- Pendie, Kakek berusia 60 tahun ini hanya tertunduk lesu saat menjalani sidang, karena terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Desi, selama tujuh tahun dan enam bulan penjara.

Hal tersebut terungkap dalam sidang perkara pencabulan yang dilakukan terdakwa digelar di PN Tanjungkarang, Selasa 31 Juli 2018.

Selain pidana penjara, terdakwa yang sehari-hari bekerja sebagai petugas abudemen antar jemput murid tersebut diwajibkan membayar denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara.

Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 82 Undang-undang Nomor. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

"Memohon kepada Majelis Hakim yang menangani perkara ini agar menjatuhkan kurungan penjara kepada terdakwa selama tujuh tahun enam bulan. Selain itu, terdakwa juga dijatuhi denda sebesar Rp200 juta subsider enam bulan," ungkapnya.

JPU mengatakan, perbuatan tersebut terjadi bermula saat terdakwa mengantarkan korban untuk berangkat sekolah di Bandarlampung. Sesampai di sekolah, korban menunggu di depan kelas lantaran kelasnya sedang dipakai oleh murid lainnya.

"Saat itu terdakwa memanggil korban dan berpura-pura merapihkan pakaiannya. Namun, bukan merapihkan, justru korban malah memasukkan tangannya ke dalam celana dan meremas dadanya," katanya.

Dari perbuatan tersebut kemudian korban kembali pulang ke rumahnya. Salah satu guru yang melihat perbuatan tersebut, kemudian memanggil korban dan bertanya siapakah yang mengantarkannya.

"Korban mengatakan pria tersebut adalah abudemennya. Kemudian guru tersebut kembali menanyakan korban diapakan kemudian korban menjawab dipegang. Dari situ guru tersebut memanggil keluarga korban dan keluarga korban melaporkan perbuatan tersebut kepada Kepala Sekolah sehingga terdakwa dapat ditangkap petugas polisi," terangnya. (ver)