Gawat, Kasi Pidsus dan Wartawan Diancam Keluarga Terdakwa Korupsi

31 Juli 2018 - 00:10:25 | 2943 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/31072018/Bandarlampung

----- Intimidasi dilakukan kepada Kasi Pidana Khusus Askari dan beberapa wartawan yang meliput sidang perkara korupsi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa 30 Juli 2018.

Sidang dengan agenda tuntutan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu instansi di Pemprov Lampung, Evan Mardiansyah (37) berlangsung ricuh.

Pasalnya, usai menjalani persidangan terdakwa yang tidak terima dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Askari SH, selama empat tahun penjara mengancam akan melakukan sesuatu kepada dirinya.

Selanjutnya, lantaran merasa tidak terima dengan tuntutan kepada terdakwa. Salah satu keluarga terdakwa yang juga hadir dalam persidangan tersebut menarik tangan Jaksa Askari hingga keluar gedung halaman Pengadilan Negeri Tanjungkarang. 

"Woy apa-apaan ini, kenapa Evan yang gak salah tapi malah dituntut tinggi? Liat aja, awas aja lu nanti yaa Askari," kata salah satu keluarga terdakwa sambil menarik tangan Kasi Pidsus Kejari Lampung Barat tersebut usai menjalani persidangan.

Keluarga terdakwa mengejar Kasi Pidsus yang menyidangkan perkara tersebut hingga keluar halaman Pengadilan lantaran tidak terima terdakwa Evan dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider enam bulan kurungan. Serta diwajibkan membayar uang pengganti Rp643 Juta.

Ancam Wartawan

Tidak hanya itu, salah satu awak media yang sedang melakukan peliputan di persidangan dilarang mengambil gambar. "Woy berhenti ya gak usah loe ngambil-ngambil gambar ini," kata salah seorang keluarga terdakwa kepada wartawan yang melakukan peliputan di PN Tanjungkarang, Senin 30 Juli 2018.

Seperti diketahui, bahwa sidang perkara korupsi ini oleh Majelis Hakim dinyatakan terbuka untuk umum, artinya juga terbuka untuk media meliputnya.

Tuntutan Evan tersebut lebih tinggi dari terdakwa Arief Usman (berkas terpisah) yang sebelumnya dituntut selama dua tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta subsider enam bulan kurungan dalam kasus yang sama. 

Dalam tuntutan tersebut kedua terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 3 UU No.31/1999 Jo UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi. (ver)