Zulhas: Otomatis Pecat Sang Adik dari PAN

28 Juli 2018 - 07:09:12 | 9639 | POLITIK

DL/28072018/Jakarta

---- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan bahwa soal aturan partai tidak akan melakukan tebang pilih. Terkait kasus yang melilit Ketua DPW PAN Lampung, Zainuddin Hasan, Zulhas menegaskan tetap ikuti aturan, dipecat jika terbukti korupsi.

Ini diungkapkan Zulhas kepada media di di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Jumat 27 Juli 2018. "Otomatis," katanya

Otomatis yang ditegaskan itu mengarah pada keputusan bahwa Zainuddin akan dipecat jika kelak terbukti korupsi, sebagai tindak lanjut operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Jumat dini hari, 27 Juli 2018.

Namun petinggi PAN lainnya menegaskan bahwa PAN tidak terganggu. "Kalau di DPP saya kira ada mekanisme internal kita (untuk pencopotan). Saya kira tidak akan mengganggu proses partai saat ini," tutur Ibnu.

Opsi pemecatan Zainudin sebagai kader PAN menjadi pilihan terakhir. "Ya, itu terakhir. Intinya kan proses organisasi itu yang kita utamakan supaya tetap jalan terus," tegasnya.

KPK menetapkan empat tersangka, yakni Zainudin Hasan (ZH) Bupati Lampung Selatan, Agus Bhakti Nugroho (ABN) anggota DPRD Lampung, Anjar Asmara (AA) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, dan pihak swasta Gilang Ramadan.

Diduga Zainudin menerima fee proyek sebesar 10-17 persen di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, yang dalam OTT tersebut, KPK menemukan barang bukti berupa uang tunai Rp 600 juta. Uang itu diduga sebagai suap sejumlah proyek infrastruktur senilai Rp 2,8 miliar.

"Uang Rp200 juta yang diamankan dari ABN diduga terkait bagian permintaan ZH kepada AA sebesar Rp 400 juta," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat 27 Juli 2018. (ryan/dbs)