Hendri: Pemadaman Mendadak PLN Murni Adanya Insiden

26 Juli 2018 - 18:02:40 | 6777 | HUMANIORA

DL/26072018/Bandarlampung

---- Pemadaman listrik PLN yang terjadi beberapa hari belakangan ini sempat mendapatkan tanggapan beragam dari anggota masyarakat khususnya di Kota Bandarlampung.

Hal ini dinilai wajar oleh Hendri A.H., PLT DM Hukum & Humas PT PLN (Persero) Distribusi Lampung, karena masyarakat adalah para pemakainya. “Kami maklum dan wajar jika masyarakat komplain tentang hal tersebut. Namun kami perlu jelaskan apa yang terjadi sesungguhnya,” ungkap Hendri kepada detiklampung.com, Kamis 26 Juli 2018.

Menurut Hendri, ini tidak ada hubungan sama sekali dengan kemampuan kelistrikan di Lampung yang saat ini memang surplus sekitar 17%. “Pemadaman ini tidak ada hubungannya dengan listrik kita yang sesungguhnya surplus,” ungkapnya.

Ini, lanjut Hendri, murni adanya gangguan penghantar di salah satu jalur yang merupakan transfer dari Sumatera Selatan. “Kami kan masih mengandalkan transfer dari jalur dari Sumbagsel. Dan masih dalam satu jalur. Dan kalau jalur ini mengalami hambatan atau insiden, maka akan terjadi gangguan pemadaman. Dan itu tidak bisa dihindari,” kata Hendri.

Secara teknis, jika PLN sudah mempunyai dua jalur transfer, maka akan jauh lebih aman. Jika satu mengalami gangguan masih ada cadangan jalur lainnya. “Dan ini masih diupayakan.” Katanya.

Pada kasus pemadaman belakangan ini, ternyata ada Andongan PLN diantara jalur Kotabumi dan Adijaya terkena pohon dan mengalami gangguan. “Saat gangguan di jalur itu terjadi, beberapa turbin kami lain masih bekerja, dan dampaknya juga akan ke mesin lainnya yang mengalami gangguan. Dan untuk memperbaikinya memerlukan waktu untuk menghidupkannya. Jadi kami mohon maklum, untuk sementara diadakan pemadaman bergiliran, sampai situasinya normal kembali,” ungkap Hendri.

Kompensasi

Mengenai kompensasi dari PLN ke masyarakat, memang setiap rayon mempunyai kebijakan dan cara sendiri-sendiri. “Yang pasti ada kompensasi berupa pengurangan tagihan pada bulan berikutnya. Tetapi secara pasti bisa ditanyakan pada rayon masing-masing.” Katanya.

Terkait pencurian aliran listrik, Hendri mengakui bahwa masih ada pihak-pihak yang berupaya melakukan pencurian aliran listrik. Ia menegaskan bahwa PLN bekerjasama dengan pihak Kepolisian dalam pemberantasan pencurian aliran listrik ini.

“Kami bekerjasama dengan Kepolisian dalam hal ini. Dan untuk hukuman bisa pidana dan bisa perdata. Kalau kami lebih cenderung ke perdatanya. Dan untuk yang Pidana sepenuhnya hak Kepolisian,” ujar Hendri. (don)