Anggota DPRD Lampung Tengah Serap Keluhan Petani

25 Juli 2018 - 16:46:45 | 1404 | PARLEMENTARIA

DL/15072018/ LAMPUNG TENGAH

----- Puluhan petani mengeluhkan kelangkaan pupuk yang terjadi setiap musim tanam. Selain itu pasokan air yang mengaliri area pesawahan sangat minim hal ini terjadi setiap tahun.

Hal tersebut disampaikan saat anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah Sumarsono, melakukan kunjungan serap aspirasi masyarakat dan menampung keluhan dari petani, di dusun 2 Kampung Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggi Besar Minggu, 15 Juli 2018.

Selain itu petani dan masyarakat setempat juga mengeluhkan kerusakan jalan di sepanjang Karang Endah menuju kampung Nambah Dadi, terutama di kali Udang ada lubang di jalan besar.

Tak jarang mobil terguling saat menghindari banyaknya lubang, ditambah seringnya terjadi kejahatan di jalan tersebut saat malam hari.

Roy Simbolon, petani setempat mengungkapkan bahwa setiap kali musim tanam tiba sawahnya selalu kekurangan air, susah mendapatkan pupuk bersubsidi, ditambah jalan akses Bandarjaya menuju Nambah Dadi banyak yang rusak.

”Yang kami keluhkan adalah saat musim tanam tiba, ada irigasi tetapi tidak pernah ada airnya. Sulit mendapatkan pupuk, saat ini masyarakat juga resah karena tidak aman. Apalagi kondisi jalan kita yang banyak rusak.” Tegas Simbolon.

Masyarakat berharap dengan adanya pertemuan dengan anggota DPRD LampungTengah saat reses ini bisa menjadi jembatan dan sebagai tempat menyampaikan permasalahan yang terjadi agar petani dapat bercocok tananam hasilnya lebih bagus lagi.

”Dengan hadirnya Pak Sumarsono ini, kami merasa bangga dan berterima kasih. Kami minta diperhatikan dan jangan hanya berhenti sampai di sini saja, karena pak Sumarsono ini fokus di bidang pertanian. Maka bagaimana caranya kami ini menjadi petani yang cukup agar dapat menghidupi keluarga,” lanjut Simbolon.

Menanggapi berbagai keluhan dari petani dan masyarakat di  kampung Nambah Dadi ini, Anggota Sumarsono mengatakan bahwa DPRD akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait dari Dinas Pertanian maupun Dinas Pengairan.

”Banyak keluhan dari petani di sini, seperti yang pak Simbolon tadi katakan bahwa air sulit itu karena kondisi bendungan di WS Nol, yang harus segera diperbaiki dan merupakan kewenangan pemerintah provinsi dan pusat. Itu setiap tahun selalu kita usulkan, tapi belum ada realisasinya.” Kata Sumarsono.

Terkait  jalan dari Bandarjaya sampai di Nambah Dadi itu adalah kewenangan jalan Provinsi. “Yang terus kita usulkan juga, untuk pupuk bersubsidi yang hanya diberikan oleh pemerintah hanya 40% dan diganti dengan pupuk pet organik. Untuk itulah saya membagikan pupuk organik gratis dan mulai tahun depan kita akan ajarkan kepada petani cara membuat  pupuk Cair Organik tersebut.” Jelas Sumarsono.

Kedepan Anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah ini akan terus melakukan pendampingan kepada para petani khususnya di kampung Nambah Dadi dengan membuatkan satu grup komunikasi yang dapat digunakan sebagai sarana tanya jawab mengenai pertanian. (ADV/Ted)