Tiada Hari Tanpa Korola, Kopi Robusta Lampung

24 Juli 2018 - 14:32:49 | 3915 | HUMANIORA

DL/24072018/Bandarlampung

----- Festival Kopi Robusta Lampung yang dihelat pemerintah Kabupaten Lampung Barat, ternyata mendapat perhatian masyarakat yang ada di luar daerah itu, termasuk dari Bandarlampung.

Beberapa penikmat Kopi berkomentar tentang kopi Robusta Lampung Barat, diantara Sumarju Saeni, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung.

Menurutnya, kopi merupakan kebutuhan tak terpisahkan dalam keseharian. “Saya menyebutnya Korola, Kopi Robusta Lampung. Karena saya sering ke Lampung Barat dan soal menikmati Korola, sudah jadi santapan harian. Tiada hari tanpa Korola,” katanya.

Korola, mempunyai cita rasa khas yang bagi sebagian pengopi ulung mempunyai tempat tersendiri. “Korola itu punya yang khas di rasa. Maka ini harus dinikmati dengan seksama. Ngopi itu juga soal cita rasa,” tambahnya.

Pupuk Organik dan Fermentasi

Sementara itu Heri Suswoko, seorang banker yang juga pernah menggeluti dunia perkopian memberikan banyak masukan untuk pengelolaan Kopi Robusta Lampung Barat.

“Yang pasti kopi kita ini jenis yang bagus dan Khas. Perlu ada inovasi lain dalam pengembangan dan pamasarannya, bahkan untuk pola tanamnya. Kami melakukannya dengan pupuk organic dan hasilnya bisa mencapai 2 ton per hektar,” kata Heri.

Menurut penelitiannya, kadar kafein Kopi Robusta juga tidak terlalu tinggi, bahkan dapat ditekan untuk menurunkan kadar kafeinnya sehingga aman bagi lambung.

“Pertama, kalau ditanam dengan pupuk organik, sudah sangat mengurangi kandungan kimianya, dan bisa meningkatkan hasil panennya. Setelah itu, Kopi bisa difermentasi sedemikian rupa sehingga menurunkan kadar kafein bahkan bisa berada dibawah 1 miligram (mg), kalau sebelumnya bisa lebih kadar kafeinnya.” Ujar Heri.

Yang jelas, kata Heri, dalam tubuh kita juga memerlukan zat yang namanya kafein yang bermanfaat buat tubuh dalam takaran tertentu.

Kopi yang sudah difermentasi dengan pola khusus, akan memberikan manfaat bagi tubuh manusia dan meningkatkan cita rasa kopi itu sendiri.

Menangkal Hama

Lain lagi pengalaman Arief Muryoto, yang beberapa waktu pernah bersama para petani di Sumbersari menggunakan pupuk organic untuk tanaman kopi. “Memang selain sehat, pupuk organic banyak manfaat lainnya,” katanya.

Pupuk organic yang baik adalah yang cair, karena cepat meresap ke tanah dan dikonsumsi akar dan batang tanaman. “ Para petani disarankan menggunakan pupuk organik cair. Karena dengan pupuk ini sekaligus sudah bermanfaat membasmi hama,” tambahnya.

Pupuk organik itu kegunaannya untuk menyuburkan tanah, menyuburkan tanaman mulai akar, batang, daun dan buah. “Dengan begitu produksinya meningkat. Selain itu untuk membasmi hama tanaman seperti Tikus, Walang Sangit, Wereng, Ulat Batang, Ulat Daun dan Ulat Akar.” Ungkap Arif.

Maka dari itu para petani di Lampung Barat mempunyai kesempatan untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk meningkatkan produksi dan mutu kopi yang saat ini menjadi komoditi yang berkontribusi tinggi bagi negeri ini. (don)