Mengintip Konsep Kota Mandiri di Berbagai Negara

20 Juli 2018 - 21:19:18 | 1431 | NASIONAL

DL/20072018/Jakarta

--- Advertorial ---  Pengembangan kota mandiri yang terintegrasi semakin marak beberapa tahun belakangan, konsep ini memang dinilai dapat memberikan banyak keuntungannya yaitu semakin mendekatkan pemilik rumah dengan pusat kegiatan ekonomi dan bisnis juga sebagai solusi pemerataan pembangunan ekonomi.  

Fenomena maraknya pembangunan kota mandiri ini ternyata tidak hanya dialami di Indonesia, banyak pula negara-negara lain yang membangun kota mandiri dengan konsep yang unik, bahkan dengan nilai investasi yang sangat tinggi.

Salah satunya seperti Songdo International Business District, sebuah proyek kota mandiri terbesar di Korea Selatan. Kota pintar ini dibangun di area seluas 1.500 hektar dan 600 hektar diantaranya dibangun di atas lahan reklamasi.    

Proyek ambisius ini, disebut-sebut sebagai pengembangan real estate swasta terbesar dalam sejarah, karena di sana dibangun banyak proyek real estate, seperti 80.000 unit apartemen, 5 juta meter persegi ruang kantor dan 900.000 meter persegi ruang ritel.

Itu belum termasuk adanya fasilitas rumah sakit, hotel hingga universitas dengan kualitas internasional yang saat ini sudah terdaftar sebanyak 5 buah yakni Chadwick International, George Mason University Korea, Ghent University Global Campus, State University of New York Korea dan The University of Utah Asia Campus. 

Tidak hanya itu, kota mandiri ini pun dibangun dengan konsep green living dimana lebih dari 40 persen lahan kota dialokasikan untuk ruang terbuka hijau.

Bahkan kota ini juga dinilai sebagai salah satu kota pintar di dunia karena menerapkan teknologi canggih untuk mempermudah kehidupan masyarakatnya.

Lihat saja seperti cara mereka untuk mangatasi masalah sampah, mereka menggunakan sistem penyedot sampah yang langsung menyedot sampah dari tempat sampah dan dikirimkan melalui serangkaian pipa bawah tanah menuju ke fasilitas daur ulang.  

Ide cerdas lainnya yang digunakan kota ini adalah penggunaan jaringan informasi yang menghubungkan setiap perangkat, layanan, dan komponen melalui teknologi nirkabel. Hal itu memungkinkan seluruh kota akan terkoordinasi dan tersinkronisasi yang pernah dilakukan sebelumnya.

Di Indonesia juga sebenarnya ada banyak kota mandiri yang dibangun oleh pengembang, salah satunya seperti Meikarta, kota mandiri yang dibangun seluas 500 hektar tersebut menjadi proyek termahal yang dibangun oleh Lippo Group dengan total investasi sebesar Rp 278 triliun.     

Hampir sama seperti Songdo International Business District, Meikarta juga dibangun dengan konsep hijau. Untuk memunculkan kesan green living ini Lippo rela membangun 100 hektar central park yakni sebuah taman terbuka yang lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track.

Selain taman yang luas, kawasan itu juga memiliki danau seluas 25 hektar yang bisa dinikmati sebagai sarana rekreasi. Danau tersebut mampu menampung 300 ribu meter kubik air yang  bisa digunakan sebagai reservoir penanggulangan banjir.  

Nantinya di Meikarta akan dibangun beragam proyek properti yang saling terintegrasi mulai dari tujuh pusat perbelanjaan dengan luas total 1,5 juta m2, pusat kesehatan dan rumah sakit internasional, pusat keuangan internasional, 10 hotel internasional berbintang lima,.

Ada perpustakaan nasional, opera theatre and art centre, 100 SD internasional dan sekolah nasional plus, 50 SMP, SMA nasional, dan internasional, serta tiga universitas nasional, pusat riset industri, international exhibition centre, dan Indonesian Silicon Valley.

Untuk apartemennya saja, rencananya nanti di sana akan dibangun lebih dari 200.000 unit apartemen. Untuk tahap pertama ini mereka menjual satu unit apartemen seharga Rp200 jutaan. (Nov)