Bendahara Ponpes Dihukum 3 Tahun Penjara Terbukti Gelapkan Dana Palestina

19 Juli 2018 - 17:22:35 | 1431 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/19072018/Bandarlampung

---- Ahmad Romadon (26) warga Jalan PU Bumi Sari Natar, Lampung Selatan, hanya tertunduk lesu. Pasalnya, terdakwa divonis oleh majelis Hakim Novian Saputra, selama tiga tahun penjara terkait kasus penggelapan uang milik anak Pondok Pesantren (Ponpes) Temanggung Jaya Abadi yang akan didonasikan untuk bantuan ke ke Gaza Palestina sebesar Rp211 juta.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Salahuddin, yang sebelumnya menuntut terdakwa selama tiga tahun dan tiga bulan penjara.

Atas putusan tersebut terdakwa menyatakan terima, sedangkan JPU pikir-pikir. Hal tersebut terungkap dalam sidang yang digelar di PN Tanjungkarang, Selasa 17 Juli 2018.

Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 374 KUHP tentang penggelapan. Sebelumnya, kasus penipuan itu bermula pada saat terdakwa diangkat oleh Ketua Yayasan menjadi staf bendahara di Yayasan Temanggung Jaya Abadi, Bandarlampung sejak 2014 hingga 2017.

Terdakwa bertugas menerima pembayaran dari orang tua wali murid secara rutin, melaporkan dan menyerahkan secara tunai.

Selanjutnya, terdakwa berniat memiliki uang serta tidak membuat laporan dan pembukuan. Bahkan terdakwa tidak menyetorkan uang yang telah diterima kepada bendahara yayasan yakni saksi Darmi.

"Terdakwa menggunakan uang untuk kepentingan pribadi sendiri. Ada beberapa jumlah perincian uang yang terdakwa terima dan tidak disetorkan. Akibat perbuatannya total secara keseluruhan Yayasan mengalami kerugian sebesar Rp211 juta,” ungkap JPU. (ver)