Dinsos Literasi Pijat Diikuti 20 Difabel Netra

16 Juli 2018 - 19:48:37 | 16443 | KESEHATAN

DL/16072018/Bandarlampung

----- Bimbingan pemantapan pijat merupakan salah satu sarana pelayanan dan rehabilitasi sosial yang berfungsi memperdalam ilmu dan ketrampilan yang telah dimiliki oleh penyandang cacat (difabel) netra.

Dalam pelaksanaan bimtab pijat tidak hanya terbatas pada massage dan fefleksi saja, namun dapat dikembangkan ke pijat shiatsu dan jenis pijat lainnya.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni saat membuka acara Literasi Pijat bagi difabel netra, Senin 16 Juli 2018.

"Penyandang difabel netra tidak perlu dikasihani, namun berilah kesempatan, demikian motto para difabel netra. Dengan motto tersebut diharapkan kepada masyarakat yang beruntung (tidak difabel-red) tidak memandang bahwa penyandang difabel netra tidak mempunyai kemampuan, ketergantungan orang lain bahkan hanya mengandalkan belas-kasihan orang lain.

Kemampuan difabel netra bidang pijat tidak diragukan lagi, namun dengan menjamurnya layanan jasa massage di mana-mana, hampir setiap salon yang dulunya hanya untuk perawatan wajah dan rambut sekarang bertambah fungsinya juga sebagai tempat refleksi maupun massage tradisional menambah persaingan.

Oleh karena itu Dinas Sosial Provinsi Lampung menyelenggarakan peningkatan keterampilan yang dikemas dengan kegiatan Literasi Defabel Netra dalam Pengembangan Pijat Angkatan I.

Literasi pijat diikuti 40 orang terdiri dari 20 difabel netra dan 20 orang pendamping. Kegiatan ini berlangsung dari 16 hingga 21 Juli 2018 di Balai Pelayanan Kesehatan Lampung.

Ditambahkan oleh Kepala Seksi Rehabilitasi Penyandang Desabilitas Sutikno bahwa sebelumnya telah dilakukan penjangkauan. Dari hasil penjangkauan ditemukan 58 orang difabel netra yang perlu dilakukan literasi. Namun karena keterbatasan anggaran pada tahun 2018 ini baru dapat terlayani 40 orang se Provinsi Lampung yang terbagi dalam 2 angkatan. (Ppid-Dinsos)