Lakukan Penipuan Ratusan Juta, Nugroho Catut Nama Jendral

13 Juli 2018 - 01:24:47 | 1431 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/13072018/Bandarlampung

-----  Modus yang sebenarnya sudah sering dilakukan untuk penipuan dengan membawa nama-nama pejabat sipil maupun militer, kini kembali terulang dan sangat mencengangkan, karena korbannya diyakinkan untuk menyetor dana dalam jumlah besar.

Belasan orang di Lampung sudah menjadi korban penipuan gaya ini yang dilakukan oleh Nugroho, warga Sukamenanti Kedaton Bandarlampung, yang sampai saat ini menghilang dari rumahnya.

Modusnya adalah memberitahukan dan menawarkan untuk melakukan investasi dengan iming-iming pengembalian dalam jumlah yang menggiurkan.

Nugroho tergolong sangat berani melakukan aksi ini, karena yang ditipunya adalah orang-orang yang sangat dikenalnya dan mengenal dirinya pula.

Menurut salah seorang korban, Basuki, warga Bandarjaya Lampung Tengah, dalam aksinya Nugroho melakukan presentasi dengan sangat rapid an meyakinkan mengingat dia juga mengkaitkan investasi ini diback-up oleh beberapa orang terkenal, antara lain Hendro Priono dan Jendral Muldoko.

“Dia menawarkan ada program investasi untuk diputar dalam kegiatan ekonomi kerakyatan. Dengan investasi ini maka akan mendapatkan kucuran dana kembali minimal 2 persen. Pokoknya meyakinkan, karena ini untuk kepentingan rakyat kecil dan orang banyak, maka kami akhirnya menyetujui dengan memberikan join tersebut,” kata Basuki kepada detiklampung.com.

Korban ada yang menyetor Rp10 juta hingga Rp200 juta kepada Nugroho. “Ya bagi yang punya uang mungkin ingin menyetor banyak, karena ada timbale baliknya yang lumayan. Dia bilang ini dibacking oleh orang-orang gedhe di Jakarta. Kalau gak percaya nih telpok pak Hendro Priono atau pak Moeldoko. Begitu katanya.” Ujar Basuki.

Untuk kelompoknya saja, ada sekitar 10 orang yang sudah menyetor dana. “Teman-teman saya aja ada sekitar 10 orang,” tambahnya.

Dengan kondisi seperti ini, Basuki masih berharap Nugroho segera menjelaskan dan menyelesaikan persoalan ini dengan teman-temannya. “Kami masih berharap Nugroho kembali ke Lampung dan menemui kita untuk menyelsaikan soal ini.” katanya.

Sementara, seorang tokoh masyarakat Natar yang juga sangat mengenal Nugroho juga mengimbau agar Nugroho segera menyelesaikan hal ini. “Karena dengan menjual nama Hendro Priono dan Moeldoko, maka dia dalam masalah besar. Tolong kami masih sabar menunggu jika Nugroho berubah pikiran dan ingin mengembalikan dana teman-teman ini dengan baik. Kalau tidak, apa boleh buat, kami serahkan ke penegak hukum,” kata Eka Suwandi, Senin 9 Juli 2018.

Eka Suwandi juga pernah menyambangi rumah Nugroho, pada akhir bulan Ramadhan 2018 lalu. “Kami datangi rumahnya di Kedaton. Kami bertemu isterinya, katanya Nugroho pernah menelpon akan pulang pada malam Takbiran. Namun ternyata sampai sekarang tak ada kabar. Isterinya pun mengaku tak tahu menahu soal ini, karena Nugroho sudah hampir 2 bulan ini pergi ke Jakarta dengan alasan kerja,” katanya.

Karena kerugian dari banyak orang ini sudah mencapai ratusan juta, dan kegiatan Nugroho membawa nama-nama pejabat militer Jakarta, maka diharapkan Nugroho segera sadar dan menyelesaikan masalah ini segera.

“Karena Nugroho itu teman kami. Dan kawan-kawan masih bersabar untuk menunggu penyelesaiannya. Namun kalau sudah tidak ada iktikad baik sama sekali. Kami tempuh jalur hukum dan itu pasti kami lakukan segera,” ungkap Eka Suwandi. (don)