Keracunan Massal di Pesta Pernikahan, Pengantin Juga Dirawat

08 Juli 2018 - 08:21:48 | 22302 | BERITA DAERAH

DL/08072018/Lampung Selatan

---- Keracunan massal kembali terjadi ada sebuah pesta pernikahan. Kali ini terjadi saat berlangsung pernikahan Bahrudin dan Fitri di desa Banyumas Kecamatan Candipuro Lampung Selatan. Kejadiannya pada Selasa, 3 Juli 2018.

Dari pesta keluarga Ujang Topik itu, semula berjalan lancar dan biasa-biasa saja, seluruh rangkaian inti pernikahan berjalan seperti apa yang sudah dirancang oleh keluarga kedua mempelai.

Namun usai makan siang, satu persatu yang ada di arena pesta tersebut, terutama yang sudah menyantap makanan mulai mengeluh ada yang menggigil, panas, diare dan muntah-muntah.

Seperti dituturkan Umi Agustriani, seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung Selatan yang kebetulan juga menjadi korban keracunan di pesta tersebut. “Awalnya normal saja pestanya, tapi setelah makan banyak yang mengeluh sakit perut dan menggigil. Ada ratusan orang yang di pesta itu,” katanya.

Saat itu para pasien keracunan di pesta pernikahan itu dibawa ke beberapa Puskesmas diantaranya Puskesmas Candipuro. Bahkan kedua mempelainya pun kabarnya juga turut dirawat.

Namun karena terus bertambah, hingga mencapai tak kurang dari 470-an pasien, maka kemudian penampungan dilakukan di berbagai Puskesmas seperti di Puskesmas Sidomulyo, dan Rumah sakit Umum Bob Bazar.

Sementara beberapa yang masih dalam kapasitas ringan ditampung di gedung sekolah Miftahul Anwar Banyumas untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Tagana Lamsel Turun Tangan

Dalam situasi seperti ini Dinas social Lampung Selatan dan sekitar 22 anggota Tagana Lampung Selatan turun tangan di lokasi kejadian membantu  membantu evakuasi dan pendataan korban sejak kejadian hingga membuka dapur umum untuk lkeperluan warga lainnya.

Menurut Hasran, ketua Tagana Lampung, pihaknya sudah menurunkan tim untuk membantu itu sejak informasi kejadian Selasa 3 Juli 2018. “Sejak mendengar kabar itu, bersama aparat lainnya kami langsung ke lapangan dan membantu evakuasi dan pendataan. Bahkan karena situasinya sangat diperlukan, maka Tagana membuka Dapur Umum di sana, sampai Jumat siang,” katanya.

Namun sigapnya aparat medis menangani keracunan ini, dari sekitar 470-an pasien, kini tinggal sekitar 100-an pasien lagi yang dirawat di beberapa lokasi puskesmas.

Menurut Hasran, informasi cepat itu didapat karena salah satu anggota Tagana juga termasuk yang menjadi korban keracunan. “Salah satu keluarga anggota kami di Lampung Selatan juga ada di sana saat itu, Jadi informasinya sangat cepat, dan langsung kami sampaikan ke beberapa pihak terkait untuk penanganannya,” ungkapnya. (don)