Bimtek Pengelolaan Keuangan Ciptakan Aparatur Pekon Yang Hebat

07 Juli 2018 - 03:57:40 | 818 | BERITA DAERAH

DL/07072018/Liwa

----- Sebanyak 350 orang aparatur pekon se-Kabupaten Lampung Barat mengikuti pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Bagi Aparatur Pemerintahan Desa melalui sosialisasi Permendagri No.20 tahun 2018 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa serta Optimalisasi pengelolaan Administrasi Desa se-Kabupaten Lampung Barat.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 3 hari 4 - 6 Juli di tiga Hotel berbeda di kota Bandar Lampung, yakni Hotel Horusin, Hotel Emersia dan Hotel Aston Bandar Lampung.

Dalam kegiatan kali ini, pihak penyelenggara menggandeng Lembaga Manajemen Keuangan Dan Ilmu Pemerintahan (LMKIP) sebagai pemateri dari kegiatan selama 3 hari tersebut.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) Lambar Drs.Nukman MS, Rabu (4/7/2018) di Hotel Horison.

Selain Kadis PMP Lambar, pembukaan kegiatan pelatihan aparatur pekon tersebut juga dihadiri oleh ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) kabupaten Lambar Juhari Iswanto serta Kepala Kejaksaan Negeri Lambar M Mansyur, SH MH.

Dalam laporannya, ketua APDESI Lambar, Juhari Iswanto menyampaikan, kegiatan bimtek tersebut diikuti oleh 350 peserta yang merupakan aparatur pekon dari 130 pekon minus pekon Padang Tambak kecamatan Way Tenong.

"Tujuan dari pelatihan ini adalah dalam rangka mendukung setiap program Pemkab Lambar menuju Lampung Barat Hebat dengan melibatkan seluruh komponen aparatur pekon. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, maka Lambar harus memiliki aparatur pekon yang hebat juga, karena mereka yang akan bekerja dalam setiap program yang akan dilaksanakan di pekonnya masing-masing," ujar Juheri, seraya mengimbau agar peserta pelatihan dapat mengikuti Bimtek dengan sebaik-baiknya.

Pekon Hebat

Sementara Kadis DPMP Lambar Nukman MS, dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari pelatihan tersebut adalah agar setiap aparatur pekon tahu bagaimana mengerjakan administrasi pekon sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Karena aturan APBDes pekon telah berubah, maka administrasinya harus disesuaikan dengan aturan yang ada. Pelatihan ini sangat berguna supaya setiap aparatur benar-benar dapat mengetahui cara menyelesaikan administrasi. Kegiatan seperti ini setiap tahun selalu ada karena setiap tahun ada peraturan yang berubah, maka sudah pasti penanganan administrasinya juga ikut berubah. Selain itu, kenapa pelatihan ini sangat penting, karena tidak semua peratin menguasai administrasi, sehingga aparatur pekon harus siap dan mampu untuk bekerja secara benar dan profesional," jelasnya.

Jika aparatur pekon di Lambar sudah memiliki kemampuan yang profesional, bukan tidak mungkin akan berdampak positif bagi pekon dengan berbagai prestasi yang akan diraih.

"Baru-baru ini Lampung Barat memperoleh juara 2 BBGRM tingkat provinsi kategori Gotong Royong masyarakat, selain itu juga juara 2 kader PKK dan prestasi lainnya dalam kegiatan yang sama. Prestasi tersebut tidak terlepas dari aparatur pekon yang memiliki kemampuan dalam bekerja," katanya.

Lanjut dia, Lampung Barat juga memiliki program sebagai kabupaten literasi. Setiap pekon diwajibkan memiliki taman bacaan.

"Hingga saat ini belum ada pekon yang memiliki taman bacaan, nah tugas aparatur pekon lah yang harus bekerja agar di pekonnya ada taman bacaan, jika itu sudah tercapai, maka Lambar benar-benar menjadi kabupaten literasi," paparnya.

Nukman menambahkan, kegiatan bimtek bukan hanya bertujuan supaya aparatur pekon belajar administrasi, tetapi bagaimana mengajak masyarakat agar bergairah untuk memajukan Pekon Hebat.

"Indikator Pekon Hebat bermacam-macam tidak harus sama. Misalnya pekon siaga bencana, pekon hebat dibidang pemerintahan, pekon hebat di bidang pertanian, dibidang perdagangan, dunia usaha dab lain sebagainya. Dan lagi-lagi aparat pekon memiliki tugas penting untuk menjadikan pekon nya hebat sesuai dengan potensi yang ada," pungkasnya.

Dilain pihak, Kajari Lambar M Mansyur, SH MH, selaku pendamping kegiatan berharap agar aparatur pekon di kabupaten lampung barat berhati-hati dalam mengelola keuangan.

"Hati-hati dalam mengelola keuangan, mudah-mudahan pelatihan ini menjadikan peserta lebih profesional dalam urusan administrasi khususnya pengelolaan keuangan," singkatnya.

Usai memberikan sambutan, kepala dinas PMP Lambar membuka secara resmi kegiatan pelatihan Bimtek di dampingi ketua APDESI dan Kajari Lambar. (ADV/Ade)