Badan Karantina Musnahkan Puluhan Kilo Daging Babi

04 Juli 2018 - 17:10:05 | 6156 | KESEHATAN

DL/04072018/Bandarlampung

---- Puluhan Kilogram daging Babi olahan, Jeroan Sapi dan Kecambah Kelapa Sawit dimusnahkan Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung tanpa dokumen di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Panjang, Bandarlampung, Selasa 3 Juli 2018.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Provinsi Lampung, Muh Jumadh kepada media menjelaskan bahwa pemusnahan itu merupakan salah satu tindakan pengawasan dan penindakan perkara baik di pelabuhan, bandara, maupun perbatasan guna mewujudkan ketahanan pangan, pengendalian importasi, dan percepatan eksportasi pertanian.

"Lantaran tidak memenuhi persyaratan Karantina, sehingga melanggar UU No.16/1992, barang-barang ini harus dimusnahkan," kata Jumadh.

Menurutnya, sebelum dimusnahkan, barang-barang yang tidak memenuhi syarat itu telah diperiksa sesuai prosedur, pemeriksaan produk, hingga pengujian laboratorium.

Saat hasil uji tidak memenuhi persyaratan, maka dapat dilanjutkan ke penyelidikan di Kepolisian. "Semua barang itu harusnya memiliki izin dari dinas terkait dan lulusan teknis, administrasi, serta bersertifikat dari lembaga sertifikasi," ungkapnya.

Pihaknya melakukankan pemusnahan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantian (HPHK) dan Organisme Penyakit Tumbuhan Karantina (OPTK) yakni memusnahkan HPHK berupa barang bukti sitaan berupa 25 Kg daging Babi olahan, 200 Kg jeroan daging Sapi dan juga 20.500 kecambah Kelapa Sawit yang berhasil disita oleh petugas Balai Karantina.

Ia menjelaskan, untuk daging babi tersebut disita dari salah satu Kedai Tang asal Lampung yang akan di kirim ke Tanggerang Selatan, lalu untuk jeroan Sapi disita dari Feri warga Bandarlampung yang akan di bawa ke Bekasi.

Kemudian untuk Sawit itu diamankan dari Salehudin asal Riau dan barang bukti tersebut disita di area kerja Bakauheni di 10 Mei dan 31 Mei 2018.

Menindaklanjuti dari program Kementerian Pertanian dalam rangka bulan bakti karantina pertanian ke 141, unit pelaksana teknis dalam hal ini Balai Karantina Pertanian Kelas I Lampung, mendorong akselerasi ekspor komoditas dan pengendalian importasi.

Terlebih, Lampung yang memiliki banyak potensi pertanian dan hewan yang dapat dijual di pasaran eksportir. 

“Ekspor Lampung ini punya potensi yang luar biasa. Pada tumbuhannya ada Kopi, Lada, Nanas, Sawit, dan Pisang. Itu potensi yang harus dikembangkan. Lalu pada hewan ada kotoran Kelelawar yang dapat dijadikan sebagai pupuk organik, karena mengandung fosfor. Produk ini sekarang sudah terjual hingga ke Amerika dan Jepang," urainya.

Disamping itu, peringatan bulan bakti itu juga dimeriahkan dengan diadakannya kegiatan donor darah sebagai bakti sosial kepada masyarakat. "Targetnya donor ini mencapai 100 kantung darah yang diikuti berbagai instansi terkait," kata dia. (ver)