Piala Dunia: Belgia Buat Jepang Menangis Berkepanjangan

03 Juli 2018 - 17:48:56 | 1080 | PIALA DUNIA 2018

DL/03072018/Bandarlampung

---- Tim generasi emas Belgia yang ditukangi Martinez membuktikan menjadi tim calon juara yang harus diperhitungkan oleh seluruh klub besar di dunia. Setelah tertinggal dua gol dari Raksasa Jepang di babak 16 besar Piala Dunia 2018 Rusia, Eden Hazard cs akhirnya mampu membalikkan keadaan dengan melesakkan 3 gol untuk melaju ke perempat final.

Bermain di stadion Rostov Arena, Rusia, Selasa 3 Juli 2018 dini hari, Belgia akhirnya membukukan kemenangan dramatis, hingga menentukan kemenangannya di menit 90+4.

Adalah Romelo Lukaku sebagai aktor kemenangan ini, dan jika kepandaian ini tidak dimiliki Lukaku, maka bukan tidak mungkin pertandingan ini belum usai.

Dalam serangan cepat, menit 94 itu, de Bruind mengirim umpan ke kanan luar Belgia dalam kecepatan tinggi umpan itu dikembalikan ke tengah kotak penalty yang di sana ada dua pemain Belgia Lukaku ditempel ketat kapten Jepang Hasebe. 

Namun Lukaku melihat posisi Nacer Chadli sangat bebas tak terkawal pemain Jepang, dan bola itu dibiarkan dengan melewatkan satu kakinya diatas bola. Para pemain Jepang tak kuasa lagi mengejar Chadli yang berdiri bebas dan melesakkan si kulit bundar ke gawang Jepang. Ini momentum terpenting dalam partai 16 Besar Piala Dunia 2018, Belgia versus Jepang.

Gol ini menjadi penyebab para suporter Jepang menangis berkepanjangan, memupuskan harapan menembus sejarah baru sepakbola Jepang di Piala Dunia. Gol Jepang: Haraguchi (48) Takeshi Inui (52). Belgia: Vertonghen (69), Fellaini (74), Chadli (94)

Kegigighan Belgia ini akan diuji kembali melawan Brasil di perempat final yang akan digelar di Kazan Arena pada 6 Juli 2018 pukul 21.00 wib.

Kualitas Jepang Mandiri

Meski kalah, Jepang patut mendapat acungan hormat karena perjuangan para Lasykar Samurai Biru tak kendur sepanjang pertandingan. Jepang sendiri merupakan tim yang mandiri dengan seluruhnya berasal dari dalam negeri.

Jepang menjadi Negara yang bulat berperangkat tim dalam negeri, tanpa pemain naturalisasi bahkan pelatihnya pun dari negeri Sakura sendiri, Akira Nishino.

Pelatih Jepang, Akira Nishino, mengaku sangat kecewa atas kekalahan 2-3 dari Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2018. Pasalnya, tim asuhan Nishino itu sempat unggul dua gol terlebih dahulu pada babak kedua, sebelum akhirnya kemasukkan tiga gol oleh Belgia.

Pada laga itu, Belgia memang menguasai jalannya pertandingan dan kerap melakukan serangan berbahaya ke lini pertahanan Jepang. Akan tetapi, babak pertama justru berakhir tanpa gol berkat kesigapan pemain-pemain bertahan Jepang.

Saya tidak mau mengakuinya. Saya merasa itu adalah sebuah tragedi, tetapi tetap harus menerima kekalahan itu sebagai fakta. Saya hancur. Kami yang memimpin tetapi kami tidak bisa menang. Itu mungkin perbedaan yang sangat kecil tetapi saya merasa tidak apa-apa. Mungkin itu adalah kesalahan saya sebagai pelatih atau taktik saya sehingga kami tidak bisa mengimbangi Belgia, yang meningkatkan permainan mereka,” tuntas Nishino, seperti yang diwartakan Nbcsports, Selasa 3 Juli 2018. (dbs/don)