Misteri Penalti Piala Dunia, Spanyol Jadi Korbannya

02 Juli 2018 - 04:06:22 | 2025 | OLAHRAGA

DL/02072018/Bandarlampung

---- Piala Dunia sepakbola selalu membawa misteri yang sulit dipecahkan oleh ramalan secanggih apapun. Karena memang dalam piala Dunia sepanjang masa selalu muncul misteri di setiap pertandingannya.

Tim-tim besar tidak ada jaminan sedikitpun untuk bisa memenangi pertandingan dengan mudah, meski melawan tim yang tak diunggulkan karena kualitasnya tak seimbang.

Dalam babak 16 besar Piala Dunia 2018, tim-tim besar mantan juara Piala Dunia berguguran dibabak awal. Yang terbaru adalah Spanyol.

Di stadion Luzhniki, Rusia yang menjadi saksi langkah Rusia ke babak perempat final Piala Dunia 2018 sekaligus menghentikan tim bertabur bintang, Spanyol. Minggu 1 Juli 2018 malam WIB. Rusia mengalahkan Spanyol lewat sebuah laga yang ditentukan hingga babak adu penalti.

Laga berjalan dengan ketat sejak babak pertama. Spanyol unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri Ignashevich. Tapi, Rusia membalas dari Artem Dzyuba. Rusia menang lewat babak adu penalti dengan skor 3-4. Skor akhir pertandingan jadi 4-5 untuk Rusia.

Jalannya Pertandingan

Spanyol dan Rusia bermain terbuka sejak menit awal laga. Namun, lebih sering terjadi perebutan bola di tengah area lapangan. Sepuluh menit babak pertama dimulai, tidak ada peluang berbahaya yang terjadi.
Spanyol akhirnya membuka skor pada menit ke-12.

Marco Asensio mengeksekusi sepakan bebas. Bola tanpa sengaja mengenai Sergei Ignashevich yang terjadi kalah berduel dengan Sergio Ramos. La Roja memimpin dari gol bunuh diri.

Rusia harus menunggu hingga menit ke-41 untuk menyamakan skor. Dzyuba mencetak gol ke gawang David De Gea lewat sepakan penalti. Tim berjuluk Sbornaya mendapat penalti setelah Gerard Pique melakukan handball di kotak penalti. Babak pertama berakhir dengan skor 1-1. 

Babak Kedua

Memasuki babak kedua, pelatih Stanislav Cherchesov menarik keluar Yuri Zhirkov dan memasukkan Vladimir Granat. Sisi kiri bek sayap Rusia pun makin kuat setelah jadi sasaran serangan pemain Spanyol.

Tapi, pergantian yang dilakukan oleh Cherchesov tak membuat situasi jadi lebih baik di sektor penyerangan. Denis Cheryshev yang sudah mencetak tiga gol di Piala Dunia masuk menggantikan Samedov pada menit ke-61. Lima menit berselang, Dzybua digantikan Fedor Smolov.

Spanyol pun merespon pergantian yang dilakukan dengan memasukkan Andres Iniesta untuk mengisi pos David Silva. Masuknya legenda Barcelona membuat lini tengah La Roja makin hidup. Iniesta jadi katalis serangan Spanyol.

Pada menit ke-85, Iniesta mendapatkan peluang emas. Tapi sepakan kerasnya bisa ditepis oleh Akinfeev. Bola muntah yang cocor oleh Iago Aspas pun masih bisa ditepis kiper CSKA Moskow. Gawang Rusia pun aman dan hingga babak kedua usai skor 1-1 belum berubah.

Spanyol mengurung Rusia di wilayah pertahanan sendiri. Tapi, permainan rapat yang dilakukan Ilja Kutepov dan kolega sulit ditembus. Lalu, upaya serangan balik yang digagas oleh Rusia pun tak banyak membahayakan.

Menit 96, Koke melepas tendangan jarak jauh tapi masih melambung. Usaha yang sama dilakukan Asensio tapi bisa ditangkap dengan baik oleh Akinfeev.

Pada masa perpanjangan waktu. Spanyol dan Rusia melakukan pergantian keempat. Rusia memasukkan Kuzyaev dan pihak Spanyol memainkan Rodrigo. Tapi, hingga perpanjangan waktu 2x15 menit usai, tidak ada gol terjadi.

Laga dilanjutkan ke babak adu penalti untuk mencari pemenangan. Koke sebagai penendang kedua Spanyol gagal mencetak gol. Menyusul kemudian Iago Aspas tendangannya digagalkan oleh Akinfeev. Empat penendang Rusia sukses menjalankan tugas. Rusia menang adu penalti 3-4 dan skor akhir 4-5.

Susunan Pemain

Spanyol: David De Gea (gk); Nacho Fernandez, Gerard Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba, Koke, David Silva, Isco, Marco Asensio, Diego Costa. Pelatih: Fernando Hirero.

Rusia: Igor Akinfeev (gk); Mario Fernandes, Ilya Kutepov, Sergei Ignashevich, Daler Kuzyaev, Roman Zobnin, Fyodor Kudriashov, Aleksandr Golovin, Yuri Zhirkov, Aleksandr Samedov, Artem Dzyuba. Pelatih: Stanislav Cherchesov. (dbs/don)