PDIP dan Gerindra Sambut Kemenangan Arinal di Pilgub Lampung

30 Juni 2018 - 20:12:47 | 2457 | NASIONAL

DL/30062018/Jakarta

---- Partai Gerindra menyampaikan selamat atas kemenangan pasangan calon Nomor 3, Arinal Djunaidi – Chusnunia (Nunik) dalam Pilkada Lampung 2018.

Kemenangan pasangan calon gubernur yang diusung oleh Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra adalah kemenangan rakyat Lampung. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua DPP Gerindra, Arief Poyuono di Jakarta, Jumat 29Juni 2018.

“Selamat kepada rakyat Lampung. Kemenangan pasangan Arinal-Nunik sangat signifikan bagi masa depan rakyat Lampung. Gerindra percaya, Lampung dibawah kepemimpinan Arinal-Nunik akan membawa rakyat Lampung lebih sejahtera,” ujarnya seperti dirilis jpnn.com Sabtu, 30 Juni 2018 – 09:53 Wib.

Menurutnya, kemenangan selisih suara quick count (hitung cepat) sebesar 14 persen yang didapat oleh pasangan Arinal-Nunik menunjukkan dukungan dan kepercayaan penuh rakyat Lampung terhadap pasangan calon gubernur pemenang.

“Arinal dan Nunik perlu segera menyiapkan semua kekuatan untuk bisa menjalankan program-program kerakyatannya. Masih ada waktu satu tahun lebih untuk mempersiapkan segalanya,” ujarnya.

“Jangan lagi ada rakyat miskin, gizi buruk dan stunting di Lampung. Jangan lagi ada anak tak sekolah dan anak jalanan. Jangan lagi ada pasien yang meninggal karena tidak punya uang untuk berobat dan tidak ditanggung BPJS,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning kemenangan Arinal Djunaidi dan Chusnunia diharapkan akan membawa Lampung perubahan lebih baik bagi rakyat.

“Kemenangan Arinal dan Chusnunia (Nunik) bukan saja harus memberikan manfaat bagi rakyat Lampung tapi bagi seluruh rakyat Indonesia. Sudah saatnya Lampung bangkit dikancah nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Walaupun calon dari PDI-Perjuangan Herman HN-Sutono mendapatkan urutan kedua setelah Arinal-Nunik dalam pilkada kali ini namun yang terpenting menurutnya, rakyat Lampung telah menunjukkan sikapnya kepada petahana gubernur Ridho Ficardo yang belakangan diduga tersangkut kasus kekerasan seksual.

“Ini pelajaran penting dari demokrasi. Bahwa pada akhirnya rakyat yang menghukum pejabat publik yang berbuat kejahatan terhadap perempuan, dengan tidak lagi memilihnya lagi,” katanya.

Untuk itu, menurut Tjiptaning kader PDI Perjuangan di Lampung harus terlibat dan mengawal pemerintahan Lampung yang baru, agar Pilkada 2018 ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Lampung sendiri.

“Kemenangan PDI-Perjuangan adalah dengan mengakui kemenangan Arinal-Nunik. Jangan terprovokasi oleh barisan sakit hati yang gagal mempertahankan kekuasaannya. Ayo kita lanjutkan perjuangan berikutnya,” tegasnya.

Berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (quick count) setelah pemungutan suara Pilkada Serentak 2018. Hasil final quick count Pilgub Lampung versi SMRC memenangkan Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim.

Data quick count Pilgub Lampung versi SMRC sampai, Rabu (27/6) dengan data yang masuk 96,25 persen menunjukkan komposisi pemenang Arinal Djunaidi - Chusnunia Chalim 38,34 persen; Herman HN - Sutono 25,39% dan Muhammad Ridho Ficardo - Bachtiar Basri 24,94 persen; dan Mustafa - Ahmad Jajuli 11,33 persen. (*)