Saut: Soal Tulungagung, Masalah KPK Terpisah Dengan Politik

29 Juni 2018 - 22:30:17 | 2916 | NASIONAL

DL/29062018/Jakarta

---- Ada hal yang mencengangkan dalam rangkaian Pemilukada serentak 2018, yakni yang terjadi di Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur.

Beberapa saat setelah tahapan penetapan calon, Bupati Tulung Agung Syahri Mulyo tertangkap tangan dalam operasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Syahri posisinya sebagai petahana pada Pemilukada Tulung Agung.

Syahri Mulyo disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sebelumnya, Syahri  ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus suap pengadaan barang dan jasa yang diduga menerima suap Rp1 miliar fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung.

Meski saat ini berstatus sebagai tahanan KPK, Syahri sementara unggul atas pesaingnya, Margiono yang berpasangan dengan Eko Prisdianto, di Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Tulungagung.

Pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo yang diusung PDIP dan NasDem ini meraih 61,1 persen suara hasil real count berdasarkan hitungan KPU Tulungagung, maupun Desk Pilkada Pemkab Tulungagung.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menegaskan bahwa dirinya tidak bisa menebak apa yang menjadi pilihan rakyat.

"Yang namanya suara rakyat, suara Tuhan itu dalam politik begitu. Mungkin bisa dipilih karena wakilnya bagus, mungkin karena kemarin kerjanya bagus, makanya rakyat senang," ucap Saut kepada media di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 28 Juni 2018.

Menurut Saut, kriteria seorang pemimpin jika hanya dinilai dari kinerja saja tidak cukup, seorang pemimpin harus juga mampu berintegritas.

"Kinerjanya bagus, belakangan goyah, terlibat kasus suap. Terkait sama kita ada dua bukti, ya kita lakukan operasi tangkap tangan. Itu satu bukti bahwa yang dilakukan KPK tidak ada kaitannya dengan politik," kata Saut. (rian)