Menyedihkan, SMPN 1 Pagar Dewa Terlantar 2 Tahun

22 Januari 2014 - 03:57:34 | 3028 | BERITA DAERAH

DL/21012014/Panaragan

Satu lagi sebuah contoh pencintraan yang buruk terhadap dunia pendidikan di negeri ini. Salah satu sekolah pemerintah, SMPN 1 Pagar Dewa – Tulangbawang Barat disinyalir sudah diterlantarkan oleh kepala sekolahnya selama hamper 2 tahun.

Beberapa keterangan yang berhasil dihimpun detiklampung.com, diduga kepala sekolah SMPN 1 Pagar  Dewa tidak melaksanakan tugasnya dengan selayaknya. Ini disampaikan oleh beberapa siswa sekolah tersebut yang enggan namanya ditulis. “Pak kepala sekolah jarang masuk. Paling sebulan dua kali,” kata siswa itu.

Seorang wali murid siswa kelas 9 yang juga ditemui wartawan di rumahnya, mengungkapkan sangat prihatin. Sejak kepala sekolah dijabat oleh Ngd, sekolah tersebut seperti tidak lagi diurus. “Lihat saja sendiri kondisi sekolahan itu mas. Bangkunya sudah banyak yang rusak, lapangannya ditanami singkong. Dan sepengetahuan saya, sekolah ini yang tidak punya komite sekolah. Padahal sekolah lain ada. Padahal kepala sekolah sebelumnya malah lebih baik dan bermasyarakat,” terangnya.

Lebih parah dari sekedar sering mangkir, diduga sang kepala sekolah melakukan pemotongan bantuan siswa miskin (BSM) melalui wakil kepala sekolahnya. Karut marut sekolah ini kemungkinan sudah berlangsung cukup lama, “Dua tahun belakangan ini lah,” kata wali murid itu.

Pemotongan BSM itu terjadi pada bulan Nopember 2013, dimana siswa menerima BSM sebesar Rp.570 ribu, namun dipotong Rp.100 ribu dan potongan lain untuk transport sebesar Rp.70 ribu. Ini dilakukan pada sekitar 30 siswa penerima bantuan.

Menurut oknum guru berinisial Red,  dana tersebut untuk mengganti dana yang digunakan oleh wakil kepala sekolah beberapa waktu lalu yang mengajukan permohonan BSM tersebut ke pemerintah.

Seorang siswa penerima bantuan memastikan bahwa benar ada potongan atas BSM yang mereka terima. “Bantuan itu diambil di SMPN 1 Rajawali, Lambu Kibang beberapa waktu lalu sebesar Rp570 ribu. Namun dipotong oleh oknum guru Red, sebesar Rp.100 ribu dan transport mobil,” ungkapnya.

Kabar ini belum berhasil dikonfirmasikan kepada kepala sekolah dan wakil kepala sekolah tersebut. Kepala sekolah selalu tidak ada ditempat dan tidak bisa dihubungi. Sementara wakil kepala sekolah juga tidak berada di tempat. (rd-17)