Jalan Tol dan Bandara Raden Inten II Yang Bangun Jokowi

26 Juni 2018 - 04:10:57 | 2214 | POLITIK

DL/26062018/BANDARLAMPUNG

---- Paslon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Lampung nomor urut 3, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik) menyatakan, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan perubahan status Bandara Raden Intan II Lampung Selatan menjadi bandara internasional adalah hasil pembangunan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Arinal mengatakan, wacana pembangunan JTTS di era kepemimpinan Mantan Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP. Pun dirinya turut mengikuti rapat saat ia menjabat sebagai Asisten Pembangunan Sekretaris Daerah  Provinsi Lampung.

"Kita datang untuk silaturahmi, ini juga hari terakhir kampanye akbar. Warga Lampung Selatan patut bersyukur dan terimakasih pada Presiden Jokowi karena membangun tol (JTTS). Saya tegaskan Pak Jokowi yang membangun tol," ujar Mantan Sekdaprov Lampung ini di sela Kampanye Akbar dihadapan ribuan warga di Lapangan Sidomulyo, Lampung Selatan Sabtu 23 Juni 2018.

"Bandara juga (Yang membangun Presiden Jokowi)," timpal Cagub Chusnunia Chalim, wanita yang akrab disapa Nunik ini.

Herman Juga Komplain

Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengatakan jika ada pejabat di Provinsi Lampung yang mengaku-ngaku membangun bandara dan jalan tol, itu adalah sebuah kebohongan besar. Hal itu diungkapkan Herman HN belum lama ini.

Cagub yang diusung PDIP di Pilgub 2018 ini mengatakan, pembangunan bandara dan jalan tol adalah program pemerintah pusat dalam hal ini kebijakan Presiden dengan dikomandoi Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

 “Kalau ada yang ngaku-ngaku bangun bandara dan jalan tol, itu bohong. Itu kerjaan Presiden. Jadi kalo ada yang ngaku ngaku, bohong itu,” ujar Herman HN yang secara eksplisit merujuk pada kampanye salah satu bakal calon yang selalu menjual keberhasilannya dalam membangun bandara dan jalan tol yang membelah Provinsi Lampung.

Herman menambahkan, saat dirinya berada di Kementerian Pariwisata, sedih melihat Provinsi Lampung tidak ada satupun objek wisatanya yang dilirik. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya nama objek wisata di lampung dari 12 objek wisata yang dipamerkan Kementerian Pariwisata. Padahal Lampung memiliki objek wisata yang tidak kalah eksotis seperti Tanjung Setia, Pahawang, Kiluan, dan masih banyak lagi.

“Kalau sudah di pusat itu, kita tidak lagi bicara Bandarlampung, kita bicara Lampung. Saya sampai berbohong kepada Kementerian Pariwisata untuk Tanjung Setia. Saya bilang, Pak, tiap hari 200 orang bule datang ke sana. Dalam hati saya biar dia ngecek sendiri ke sana. Masa bodok walaupun saya gak tahu angka pastinya apakah benar apa tidak 200 orang bule itu datang ke Tanjung Setia. Yang penting Lampung bagaimana caranya bisa masuk di antara 12 tempat tujuan pariwisata. Ini bukan mempromosikan karena saya mau nyalon gubernur lho,” ujar Herman.

Ia menambahkan, untuk membangkitkan gairah ekonomi masyarakat di Lampung, berada di tangan para pengusaha dan pemerintah. Ia meminta pengusaha untuk bantu petani, bantu perkebunan. Kalau hasilnya para petani banyak, pasti secara otomaris daya beli akan naik.

“Yang akan menghidupkan ekonomi ini adalah tugas pengusaha. Pemerintah hanya menciptakan regulasi seperti mempermudah ijin, jalan kita baguskan, keamanan terjamin. Saya yakin akan banyak investasi-investasi yang akan masuk. Sehingga perekonomian tumbuh,” ungkapnya. (lis)