Polisi Tembak Bandar Narkoba Antar Provinsi

24 Juni 2018 - 00:12:45 | 3969 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/23062018/Bandarlampung

----  Satu dari dua tersangka Bandar Narkoba ditembak dalam proses penangkapan yang dilakukan polisi di kediaman tersangka yang belakangan diketahui bernama Asep. Tersangka meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Ini diungkapkan Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono, pada ekspos di rumah sakit Bhayangkara, Jl Pramuka Bandarlampung, Sabtu 23 Juni 2018.

Tersangka ditangkap terkait kepemilikan 1 kilogram Narkotikan jenis Sabu-sabu. Dan satu tersangka lainnya bernama Imam juga diamakankan dalam kasus Narkoba juga.

"Awalnya anggota kami mendapat laporan dari masyarakat adanya pengedar narkoba yang meresahkan di daerah Sukaraja Telukbetung Bandarlampung. Dari laporan tersebut akhirnya dilakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap tersangka atas nama Imam,” kata Murbani.

Dari penangkapan Imam ditemukan beberapa barang bukti berupa 15 paket kecil sabu seberat 3,64 gram, 5 paket sedang sabu seberat 4,74 gram, 1 pil ekstasi, 1 unit motor Yamaha Vino dan 1 unit handphone.

Dalam pengembangannya, diungkapkan nama lain yang juga terkait dengan kasus ini. Infomasi tersangka Imam, menuntun Polisi segera melakukan pengejarakan terhadap tersangka Asep.

Di kediaman Asep, Polisi menemukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 1 kg dan uang Rp15 juta dan satu unit mobil yang diduga hasil transaksi narkoba.

"Tapi saat proses penangkapan tersangka Asep terjadi hal yang diluar dugaan. Tersangka ini berusaha merebut  senjata milik petugas. Dan dengan sigap petugas melumpuhkan tersangka Asep dengan tindakan tegas dan terukur.” Kata Murbani.

Murbani menegaskan tindakan  dilakukan karena membahayakan. “Tersangka terpaksa kami tembak saat itu. Asep melakukan perlawanan. Asep meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit," tambahnya.

Selain itu, kedua tersangka yang juga merupakan residivis dalam kasus Narkotika yang baru bebas pada tahun 2017 lalu.

Murbani menegaskan kemungkinan ada tersangka lain, tetapi sejauh ini masih dalam pengembangan dan penyelidikan. Tersangka Imam dikenakan pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati. (ver)