E-Warong Kota Metro Gunakan Aplikasi Kasir

23 Juni 2018 - 23:06:53 | 1104 | BERITA DAERAH

DL/23062018/Bandarlampung

---- Pergeseran bansos pangan dari Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Provinsi Lampung oleh Kemensos dijadwalkan secara bertahap.

Diawali oleh Kota Bandar Lampung pada tahun 2017 bersama 44 Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia ditetapkan sebagai lokasi uji coba BPNT.

Selanjutnya pada bulan Mei 2018  Kota Metro dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak  6.087 orang. Menyusul pada tahun ini di Kabupaten Lampung Tengah  dan Kabupaten Lampung Selatan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, Sabtu 23/ Juni 2018 sesaat setelah selesai bimbingan lanjut e-warong di Kota Metro.

Dikatakan Sumarju, belajar dari pengalaman pelaksanaan BPNT di Bandar Lampung dengan tidak mengesampingkan kelebihannya serta dengan pertimbangan perkembangan teknologi yang sangat pesat di era masa kini.

Maka e-warong dipandang perlu memanfaatkan aplikasi kasir atau biasa dikenal dengan (Point of Sales). Aplikasi kasir ini dapat menggantikan cash register manual yang biasanya digunakan.

Aplikasi kasir diharapkan agar e-warong dapat berjalan lancar, bermanfaat terhadap pembelajaran anggota, peningkatan pendapatan KPM, dan tertib administrasi dalam penyelenggaraan e-warong. “Maka pengelolaan e-warong di Kota Metro yakni dengan menggunakan aplikasi kasir.” Ujarnya.

Sementara itu Ketua Kube Karya Bersama, Ekawati mengatakan bahwa awalnya cukup sulit. “Ya awalnya kami tersiksa menggunakan komputer dan barcode, tapi sekarang sudah sedikit bisa dan memang sangat membantu kami." katanya.

Sedangkan Maisyaroh yang juga anggota Kube mengatakan bahwa pengenalan komputerisasi ini memang harus terus dilakukan, karena rata-rata baru kenal dengan computer. "Maklumlah pendidikan kami cuma SMP. Kebiasaanya cuma memasak dan ngurus anak. Dengan komputer belum pernah kenal," imbuhnya.

Dengan memakai aplikasi kasir manfaat yang dirasakan oleh anggota Kube antara lain pembukuannya lebih tertib, stok barang segera diketahui dan pengendalian kas, serta lebih efisien.

“Dengan aplikasi kasir kita banyak terbantu, seperti stok barang mudah terpantau, pembukuan keuangan cepat dan juga keuntungannya mudah diketahui," kata Maisyaroh.

Diinformasikan oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Fakir Miskin Perkotaan Yulyila Eva bahwa jumlah e-warong di Kota Metro ada 9 kelompok dan semuanya sudah memakai aplikasi kasir.

“Mengingat jumlahnya e-warong masih dipandang kurang mampu melayani KPM penerima BPNT apalagi melayani masyarakat yang pembeliannya secara tunai maka telah direncanakan pada tahun ini juga akan ditambah sebanyak 10 kelompok.” Katanya.

Pertemuan yang penuh dengan kekeluargaan dalam suasana halal bi halal ini dihadiri oleh 50 orang anggota e-warong dan 15 orang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). (Ppid-dinsos)