Henry Yoso Bilang, Amin Rais Sebaiknya Jadi Begawan Saja

19 Juni 2018 - 09:31:57 | 125 | POLITIK

DL/18062018/Bandarlampung

---- Menghangatnya tensi politik Indonesia, terutama isu nasional dalam perebutan kursi RI-1 tahun depan, 2019. Manuver politik meluncur berseliweran di atmosfir Indonesia, terlebih di berbagai media sosial, sampai media mainstream.

Adalah seorang Amin Rais, yang muncul sebagai aktor baru Indonesia dengan berbagai pernyataan politiknya yang sangat keras, dan cenderung mengejutkan rakyat Indonesia.

Selama ini, tokoh asal Solo ini tak terdengar baik kegiatan untuk Negara ini, dan muncul-muncul sebagai sesepuh gerakan 212 yang dikenal sebagai gerakan masyarakat Islam.

Namun pernyataan yang belakangan terus menjurus dan dianggap menyerang secara pribadi kepada presiden Joko Widodo, terus menerus dilontarkan dan dinilai pula telah membuat kegaduhan politik baru Indonesia.

Melihat hal ini, pengacara senior Henry Yosodiningrat kepada pemimpin redaksi detiklampung.com di sebuah masjid di kawasan Semaka, kabupaten Tanggamus, Sabtu 16 Juni 2018 memberikan komentarnya seputar kegaduhan ini.

Dalam kaitannya dengan komentar Amin seputar kinerja Jokowi, Henry menilai Aminterlalu mengada-ada mengambil dasar komentarnya. “Maksud saya, pak Amien seharusnya memberikan contoh yang baik kepada bangsa ini. Karena pak Amien sudah sepuh dan sudah saatnya jadi Begawan untuk memberikan saran positif untuk negeri ini, bukan memutar balikkan seperti itu.” Kata Henry.

Yang Lain Komentar, Jokowi Bekerja

Henry mengatakan bahwa Jokowi secara kasat mata saja sudah melakukan apa yang harus dilakukan oleh seorang Presiden Indonesia. “Coba lihat dong buktinya, jangan bukti yang ada malah dibolak-balik,” ujar peia kelahiran Krui, Pesisir Barat itu.

Ketua Umum Granat Indonesia ini menegaskan bahwa saat ini Joko Widodo sedang berkonsenterasi pada pekerjaan yang dia janjikan. “Kita bisa lihat, saat orang lain berkomentar panjang lebar dan hanya berkomentar saja, Jokowi bekerja terus dan memberikan bukti pekerjaannya kepada masyarakat.” Tambahnya.

Membandingkan pembangunan jalan Tol saja, masih kata Henry, pada jaman Orde baru yang 30-an tahun berkuasa, hanya membangun berapa ratus kilometer jalan tol. “Lalu sampai jaman SBY, berapa puluh kilometer dibangun Jalan tol selama dua periode. Nah Jokowi, baru berapa tahun, sudah membangun jalan tol hampir di seluruh negeri ini.” tegas Henry.

Jalan tol satu dari sekian banyak pekerjaan Jokowi yang nyata dilakukan saat menjabat menjadi Presiden RI. “Kita lihat saja kenyataan lah. Jokowi tampaknya saat ini sedang tidak ingin meladeni berbagai komentar miring tentang dirinya. Bahkan saat dinyatakan sebagai PKI dan lain-lain. Ini merupakan contoh bahwa pemerintah itu tugasnya bekerja untuk rakyat, bukan berkomentar dan mengerahkan rakyat untuk unjuk rasa,” katanya.

Amin Tantang Jokowi

Menanggapi berita di berbagai media bahkan di Medsos tentang ungkapan tantangan Amien Rais kepada Jokowi, pemilik Lamban Yoso di Krui itu menegaskan bahwa Amien Rais sebagai politisi senior, mestinya menjaga kredibilitasnya.

Menurut Henry rakyat juga tertawa melihatnya, orang yang tiba-tiba muncul dan menantang pemimpin Negara. “Coba bayangkan ini jadi lucu. Pak Amien terus bicara setiap hari, tapi Jokowi diam saja tak menyahut meski disudutkan, dia terus bekerja. Pak Amien mau membawa Negara ini kemana..” katanya.

Tindakan dan ucapannya itu didengar dan dibaca oleh jutaan orang. Kalau kontroversi terus yang rugi pasti dirinya sendiri. “Saya ingatkan kepada masyarakat Indonesia. Bahwa untuk memilih pemimpin sebaiknya cari pemimpin yang bekerja nyata, bukan yang bicara saja. Ada pertanyaan saya untuk pak Amien. Sederhana saja. Soal reformasi, kalau waktu itu tidak ada mahasiswa, jadi nggak reformasi itu. Lalu saat mahasiswa digebuki tentara, pak Amien Rais waktu itu ada dimana? Itu aja,” tutur pria kelahiran 1 April 1954 ini.

Saran untuk Pak Amien? “Pak Amien harusnya menjaga kewibawaannya, jangan sampai bangsa ini menilainya lain. Rakyat tidak bodoh, dan harus realistis sekarang ini. Dengan melakukan perbuatan dan perkataan yang santun dan bermanfaat makan beliau akan tetap dihargai oleh bangsa ini,” ungkapnya.

Saran untuk Jokowi? “Kerja kerja kerja. Itu sudah betul,” ucap suami Yayuk Suseno ini. (don)