Tagana Bantu 13 Kasus Pemudik di Lampung

17 Juni 2018 - 18:54:32 | 1275 | HUMANIORA

DL/17062018/Bandarlampung

---- Kepala Bidang Linjamsos Dinsos Lampung Maria Tamtina yang juga sebagai Bunda Tagana Lampung mengatakan bahwa Posko mudik 1439 H Tagana Lampung di jln. Soekarno Hatta (by pas) PKOR Way Halim depan Gedung Bagas Raya, Bandar Lampung.

Sampai dengan hari ini Minggu 17 Juni 2018 telah menangani orang terlantar akibat mengalami kehilangan harta bendanya selama perjalanan mudik kekampung halamannya sebanyak 13 kasus atau 21 orang.

Sekedar singgah numpang istirahat khususnya pengendara sepeda motor ada 15 orang. Sedangkan yang menanyakan alamat seseorang yang akan dikunjungi ada 9 orang. “Hal tersebut sebagaimana motto Tagana We are The First To Help and Care.” Katanya.

Masyarakat yang memerlukan pelayanan, umumnya merasa puas dan sangat membantu. “Alhamdulillah, respon masyarakat yangkami bantu sangat baik. Apresiasi mereka tinggi. Hanya itu yang kami butuhkan, bahwa pekerjaan kami ini bermanfaat untuk masyarakat. Ucapan terima kasih dari orang yang kita bantu itu adalah penghargaan tinggi buat kami,” ujar Imam Setiawan, Ketua Tagana Provinsi Lampung.

Salah satu pemudik yang mengalami musibah, Rusiono, warga Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara misalnya. Dia merasa sangat terbantu bisa mendapatkan pertolongan tim Tagana, sehingga bisa sampai di rumah sanak saudaranya dengan selamat.

Alhamdulillah saya bersyukur dan berterima kasih kepada tim Tagana Sosial Lampung. Saya ditolong petugas yang jaga di Posko Mudik Tagana, dan mengantarkan saya sampai di rumah di Papan Asri, Abung Semuli, “ kata Rusiono seperti dituturkan petugas Tagana, Minggu 17 Juni 2018.

Rusiono, mengalami kecopetan di pelabuhan Merak sehingga seluruhnya uangnya hilang dan harus rela menumpang truk dari pelabuhan Bakauheni dan diturunkan di Posko Tagana Sosial. “Pak Rusiono, dari berkunjung ke kerabatnya di Jakarta. Dan saat pulang kecopetan. Bekerjasama dengan RAPI Lampung, kami koordinasikan dan akhirnya bisa dibantu melalui perjalanan Bus dari Terminal Rajabasa, sehingga sampai ke kampong halamannya,” kata Imam. (Ppid-dinsos)