H-2 Lebaran, Puncak Mudik Via BRI II Branti Keamanan Diperketat

12 Juni 2018 - 21:42:45 | 81 | BERITA DAERAH

DL/12062018/Bandarlampung

---- Salah satu sarana trnasportasi yang belakangan mulai menjadi pilihan masyarakat, adalah pesawat udara. Selain waktunya cepat, juga memberikan kenyamanan yang berbeda dengan angkutan darat dan laut.

Bandar Udara (Bandara) Raden Inten II (BRI II)  Branti Lampung Selatan yang kini sudah menjadi tujuan penerbangan bagi banyak maskapai di Indonesia memberikan pelayanan dari pagi hingga malam dengan rute penerbangan yang kian bervariasi.

Maka dari itu, dalam kaitannya dengan liburan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, Bandar RI II menjadi sarana transportasi yang sangat penting, karena ribuan orang bisa berlalu lalang lewat udara via Branti.

Namun berbeda dengan transportasi darat yang hari-hari ini sudah mulai memasuki puncaknya. Bandara BRI II diprediksi baru pada H-2 atau tanggal 13 Juni 2018 malam, akan melayani lonjakan penumpang yang paling besar. Ini diungkapkan Humas BRI II Wahyu Aria Sakti kepada media ini, Selasa 12 Juni 2018.

Wahyu memperkirakan bakal terjadi peningkatan pemudik terlebih pada H-2 Idul Fitri mendatang. "Sepertinya puncak arus mudik udara hari ini masih cukup lengang, karena dipresidiksi lonjakan pemudik jalur udara ya nanti H-2 lebaran. Untuk saat ini jumlah penumpang yang datang lebih banyak dibandingkan pada penumpang yang berangkat," kata dia.

Terhitung dari Senin 11 Juni hingga Selasa 12 Juni siang ini atau H-3 penumpang dari luar daerah tiba di BRI II berjumlah 5.631 penumpang, sementara untuk penumpang yang berangkat ke berbagai tujuan daerah lain mencapai 3.240, jadi total baik penumpang tiba atau pun berangkat berjumlah 8.871.

"Ada peningkatan sedikit kalau kita lihat dari tahun lalu, untuk tahun lalu penumpang yang datang berjumlah 4.057 orang, penumpang berangkat 3.198 orang. Secara keseluruhan 7.255," kata Wahyu. Pihaknya berharap semua lancar aman dan selamat sampai tujuan untuk masyarakat para pemudik.

Pihak bandara juga menambah personel keamanan dari pihak-pihak terkait dengan penjagaan ketat dari Kepolisian dan TNI. Pengamanan bandara saat ini telah ditambah personil Kepolisian, TNI dan Ditpamobvit puluhan personil.

Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya benda terlarang ke bandara dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Dari TNI AU juga sudah ada puluhan personel, ditambah petugas Avsec yang stand by di pos masing-masing, termasuk parkiran dan terminal kedatangan,” tuturnya. (ver)